Saat dibuka tercium bau menyengat tak sedap.
Bhabinkamtibmas pun menghubungi petugas piket Polres HST.
“Setelah dicek bersama anggota Satreskrim Polres HST korban sudah tak bernyawa,” kata Rahmat.
Korban kemudian dibawa ke rumah sakit H Damanhuri Barai untuk divisum.
Namun, pihak keluarga, jelas Rahmatullah menolak dilakukan otopsi karena meyakini meninggal dunia karena sakit maag kronis yang dideritanya.
“Menurut keterangan kakak korban tadi, korban sering mengeluh pusing jika maagnya kambuh,” jelasnya.
Korban memang tinggal sendiri di rumahnya. Sehari-hari dia adalah guru Olahraga di sebuah MTs di Kabupaten Balangan.
Rahmatullah pun memastikan, korban meninggal dunia karena sakit berdasarkan hasil visum rumah sakit.
Selain itu tak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.
“Korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Rahmatullah.
editor : NMD
sumber : banjarmasinpost.co.id







