kalimantanlive.com – Meski serial Squid Game mendulang popularitas hampir di seluruh dunia, kesuksesan itu juga menuai peringatan dari orangtua.
Dewan Televisi dan Media Orangtua (PTC) mengatakan bahwa mereka berharap konten-konten yang terinspirasi dari “Squid Game” melampirkan “peringatan orangtua”.
Mengutip Fox News, Senin, peringatan orangtua perlu dilampirkan di “Squid Game” karena banyak menampilkan adegan pembunuhan, seksual, maupun kata-kata kasar.
Menurut mereka, hal itu perlu dilakukan agar pihaknya dapat mengambil tindakan yang tepat, baik dengan menerapkan kontrol orangtua atau mengawasi anak-anak di media sosial dan platform game.
“Netflix harus bertindak sebagai penjaga gerbang untuk memastikan konten yang berbahaya bagi anak-anak di bawah umur tidak didistribusikan di platform mereka,” kata Melissa Henson selaku direktur program PTC.
BACA JUGA AJANG Puteri Batik Indonesia, Wakil Kalimantan Selatan Bikin Video Pembuatan Kain Sasirangan
“Netflix perlu menyadari bahwa jika gagal mengatur diri sendiri, itu mengundang regulasi dari lembaga pemerintah, dan itu dapat menyebabkan hasil yang lebih buruk bagi Netflix dan untuk keluarga,” lanjutnya.
Tagar “Squid Game” dikabarkan telah dilihat lebih dari 22,8 miliar kali di TikTok.
Melissa pun menjelaskan bahwa anak di bawah umur termasuk remaja muda.
Tayangan tersebut pun juga disaksikan oleh para anak di bawah umur melalui platform game online seperti Roblox dan Minecraft.
“Squid Game” yang menempati posisi no.1 di Amerika Serikat tersebut juga telah dilihat oleh lebih dari 82 juta pelanggan dari seluruh dunia dalam 28 hari pertama.
(M Khaitami/antara)







