Terjadi aksi kejar-kejaran antara wasit dengan oknum kontingen Papua. Parahnya, dalam kericuhan tersebut ada bogem mentah yang dilayangkan kepada salah satu penyelenggara pertandingan.
Beruntung wasit yang dikejar tersebut bisa diselamatkan dan diamankan oleh petugas keamanan pertandingan dari Polres Kabupaten Merauke.
BACA JUGA:
Tiba di Papua, Atlet Kalsel dari Beberapa Cabor Disambut Hiburan dan Tarian Khas Daerah
BACA JUGA :
Kapolda Kalsel Irjen Rikwanto : 20 Anggota Brimob Kawal Kontingen Kalsel di PON 2020 Papua
Kontingen Kalsel yang saat itu menonton pun juga langsung mengamankan diri ke arena latihan.
Atlet-atet Kalsel yang memakai jaket kontingen langsung melepas dan membaliknya agar tak diketahui bahwa mereka dari Kalsel, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Pasalnya, Kontingen PON Papua terlihat sangat marah kepada lawannya, yakni pegulat andalan Kalsel, Rendy.
Setelah hampir setengah jam memanas, kondisi akhirnya bisa ditenangkan oleh aparat keamanan yang berjaga di sekitar pertandingan.
Penyelenggara mendatangkan tambahan aparat keamanan dari Satuan Brimob yang bertugas di Kabupaten Merauke.
Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji, ikut turun ke arena pertandingan gulat PON Papua.
Untung mengaku kecewa dengan kejadian tersebut. Ia menegaskan bakal memproses hukum setiap orang yang merugikan dan merusak perlengkapan pertandingan.
“Siapa pun yang melanggar hukum akan diproses! Saya sudah berjanji kepada Presiden kalau penyelenggaraan PON Papua di Merauke ini akan berjalan aman dan tertib,” katanya.







