Warga diminta tetap tenang
Terpisah, Kepala Stasiun Geofisika (Stageof) BMKG Sleman, Ikhsan mengatakan, masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
Selain itu, periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa.
“Ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” tuturnya dalam keterangan resmi yag diterima Kompas.com, Rabu (13/10/2021).
Getaran Sampai ke Sleman
Guncangan gempa pada Rabu (13/10/2021) sekitar pukul 12.00 WIB dirasakan juga di beberapa wilayah di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Salah satu warga Endrew Baskoro (28) mengaku merasakan gempa saat sedang makan siang di warung.
“Posisi saya di Jalan Wahid Hasyim (Depok, Sleman) sedang makan siang,” ujar Endrew Baskoro (28) saat dihubungi, Rabu (13/10/2021).
Endrew menceritakan saat sedang makan, tiba-tiba terasa gempa. Namun guncangan gempa tidak berlangsung lama.
“Terasa sedikit, tidak besar, tidak sampai lari keluar warung. Tidak lama kok, hanya sebentar paling 5 detik,” tuturnya.
Sementara itu, warga Erik warga Mejing, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman juga merasakan gempa saat sedang duduk di teras rumah.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email
“Iya terasa tapi kecil, tidak lama. Tetangga juga tidak ada yang keluar rumah,” ungkapnya.







