KOTABARU, KALIMANTANLIVE.COM – Kelakuan pemuda berinisial MO asal Desa Gosong Panjang, Pulau Laut Tanjung Selayar, Kotabaru ini sempat membuat geger warga.
Pasalnya pemuda 26 tahun ini tiba-tiba saja mengamuk dengan membakar rumah dan mengikat anaknya sendiri pada Senin (11/10) malam lalu.
Sambil mengamuk, pria ber-KTP Desa Lontar Selatan ini juga nekat menenteng senjata tajam dan mengancam warga sekitar.
Tak sampai di situ saja, MO juga membakar rumahnya sendiri.
Baca Juga :Dihujat saat Lahir Anak, Baim Wong Tolak Kenzo Pembawa Sial, Tulis Kata Maaf ke Kakek Suhud
Baca Juga :Oknum Guru Pegang Payudara Siswi saat Urus Beasiswa di Minahasa Selatan, Foto Diambil Korban Lain
Dari kebakaran itu bukan cuma rumah tapi dua unit sepeda motornya juga hangus. Semuanya milik MO sendiri.
Aksi beringas MO berakhir setelah warga beramai-ramai meringkusnya meski sempat tancap gas melarikan diri ke arah perusahaan PT IBT di Mekar Putih.
“Dia memang sempat ngamuk. Tapi berhasil diamankan oleh anggota,” terang Kasat Reskrim Polres Kotabaru AKP Abdul Jalil.
Kini, sudah dua hari bapak tiga anak ini ditahan.
Lantas seperti apa sosok pelaku sebenarnya?
MO berhasil diamankan oleh polisi dibantu petugas keamanan perusahaan dan warga di Mekar Putih. Sederet pengakuan mengejutkan terlontar dari mulutnya. Foto: Ist
Kepada polisi, keluarga dan orang tua mengaku perilaku aneh MO muncul tiga bulan terakhir.
“Semenjak mengikuti kajian online,” ujar keluarga.
Penelusuran apahabar.com, MO sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas.
Di lingkungan tempat tinggalnya, MO merupakan pribadi yang baik.
Perilakunya justru berubah setelah mendalami ilmu agama melalui tayangan virtual di sebuah channel Youtube.
Dari situ, ia juga sempat membeli seperangkat media pembelajaran. Mulai baju, sajadah, hingga buku-buku. Itu semua dipesannya melalui online.
Kepada polisi, MO dengan gamblang bercerita bahwa dirinya, “ketinggian ilmu”.
“Itu pelaku bilang sendiri ke saya, ketinggian ilmu dari Youtube,” ujar Kapolsek Pulau Laut Barat, Iptu Ramli Aziz kepada apahabar.com, Rabu (13/9) pagi.
Saat diamankan, MO langsung diajak berkomunikasi oleh polisi.
“Nyambung dan normal,” jelasnya.
Bahkan menurutnya, selama di tahanan perilaku MO jauh dari agresif.







