JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Jelang tibanya libur panjang Maulid Nabi 2021, Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, pemerintah menyatakan terus melakukan evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengatakan ada beberapa upaya yang akan dan sedang dilakukan pemerintah mengantisipasi adanya lonjakan kasus akibat libur panjang.
Pertama, memastikan pelonggaran aktivitas lapangan yang diikuti dengan pengendalian yang ketat.
Kedua, meningkatkan laju vaksinasi lansia, terutama di wilayah aglomerasi dan pusat pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga :JADWAL Perempat Final Piala Uber 2021, Indonesia vs Thailand Malam Ini, Balas Dendam 3 Tahun Silam?
“Tujannya jika terjadi gelombang berikutnya, yang tentunya tidak kita harapkan, angka kematian dan perawatan di rumah sakit dapat ditekan,” kata Reisa.
Ketiga, mendorong percepatan program vaksinasi untuk anak.
Pada saat liburan natal dan Tahun Baru imunitas anak dari vaksin diharapkan sudah terbentuk.
Keempat, melakukan antisipasi bagi kunjungan wisata internasional yang akan melakukan wisata ke Bali menyusul akan dibukanya Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Kelima, mendorong Pemda agar betul-betul serius mengawasi kegiatan masyarakat dan mengawasi protokol kesehatan (prokes) yang harus dijalankan.
Keenam, pemerintah mendorong masyarakat untuk tetap selalu taat prokes agar kasus di Indonesia konsisten
“Disipilin prokes tetap jadi kunci utama bagi setiap daerah agar level PPKM daerah tidak naik,” ujarnya.







