Peneliti juga merancang model komputer yang merekonstruksi sejarah evolusi mamalia.
Lalu untuk menginterpretasikan preferensi habitat hewan, peneliti membandingkan informasi yang diketahui dari mamalia hidup dengan fosil mamalia untuk membantu memberikan konteks tambahan untuk hasil analisis mereka.
Secara umum, model menunjukkan bahwa spesies yang bertahan melalui peristiwa kepunahan K-Pg sebagian besar adalah non arboreal. Jadi kemungkinan kelompok hewan telah berubah dari waktu ke waktu.
“Kami dapat melihat menjelang peristiwa kepunahan K-Pg ada lonjakan besar dalam transisi dari mamalia arboreal dan semi arboreal menjadi non arboreal,” tambah Hughes.
Studi ini dipublikasikan di jurnal Ecology and Evolution.
editor : NMD
sumber : kompas.com







