Langka, Pedang Ksatria Perang Salib Ditemukan di Israel, Diduga Sudah Berumur 900 Tahun

KALIMANTANLIVE.COM – Penemuan sebuah pedang ksatria yang disebut berasal dari masa perang salib abad 13 menggegerkan dunia.

Seorang penyelam di lepas pantai Haifa, Israel bernama Shlomi Katzin menemukan pedang tersebut di dasar Laut Mediterania wilayah lepas pantai Israel.

Peneliti menyebut pedang tersebut terhempas ke pantai oleh badai yang berlangsung beberapa hari ke belakang di Israel.

Baca Juga :Mahasiswa Bergerak ke Istana, Jokowi Terbang ke Kalsel, Resmikan Pabrik di Tanbu & Jembatan di Banjarmasin

Baca Juga :JADWAL Siaran Langsung 16 Besar Denmark Open 2021 Siang Ini, Live TVRI Mulai Pukul 14.00 WIB

Baca Juga :Klaim Batik dari Malaysia, Miss World Malaysia Minta Maaf, “Saya Mengakui Kata Batik dari Jawa”

Kini pedang diyakini milik seorang ksatria Tentara Salib tersebut berencana dibersihkan, dan dipulihkan wujudnya, untuk dipelajari lebih lanjut oleh Israel Antiquities Authority atau IAA.

“Itu jelas milik seorang ksatria Tentara Salib.” ujar Nir Distelfeld, Inspketur IAA di Unit Pencegahan Pencurian.
Berusia 900 tahun

Pedang yang ditemukan dalam keadaan utuh tersebuh diduga telah berumur 900 tahun, kemungkinan berasal dari tahun 1096 hingga akhir abad 13.

“Pedang ini ditemukan dalam kondisi terlapisi organisme laut, namun nampaknya benda ini terbuat dari besi. Sungguh menyenangkan dapat menemukan sebuah obek personal, membawa kita kembala ke era yang berbeda di 900 tahun yang lalu, dengan ksatria, baju zirah, dan pedang,” kata Distelfeld, seperti dilansir dari The Independent.

Ditemukan tak jauh dari benteng Perang Salib

Ahli semakin yakin pedang tersebut berasal dari masa perang salib karena lokasi penemuannya yang hanya berjarak beberapa kilometer dari benteng Perang Salib.

Temuan langka, kondisi baik

Nir Distelfeld, Inspektur Unit IAA Israel, mengatakan pedang itu adalah penemuan langka yang telah diawetkan alam dengan kondisi sempurna.

“Itu ditemukan bertatahkan organisme laut, tetapi tampaknya terbuat dari besi,” kata Distelfeld dalam pernyataannya.

Koby Sharvit, direktur Unit Arkeologi Kelautan Otoritas Barang Antik Israel menyebut pedang itu terawetkan dengan baik karena terkubur di lapisan pasir yang dalam, tanpa oksigen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *