Menurut data dari Oregon State University, terjadi setidaknya 10 letusan di Iwo Jima, yang juga dikenal sebagai ‘Pulau Sulfur’. Letusan yang terbaru terjadi pada 1982.
Setidaknya ada 10 meter pengangkatan di pulau itu sejak 1952 karena aktivitas seismik, menurut temuan universitas.
Gunung Suribachi, yang tingginya 554 kaki, terdaftar sebagai salah satu dari 10 gunung berapi paling berbahaya di Jepang.
Pada Agustus, foto-foto satelit menangkap momen bahwa gunung berapi bawah laut Fukutoku-Okanoba, kira-kira tiga mil di utara Pulau Iwo Jima Selatan, telah meletus.
Hal ini mengakibatkan sebuah pulau baru muncul di rantai Ogasawara.
Sebelumnya pada Oktober, gempa berkekuatan 6,1 mengguncang Tokyo, mengakibatkan bangunan bergoyang dan lalu lintas terhenti.
Jepang berada di Cincin Api Pasifik, sebuah busur aktivitas seismik intens yang membentang melalui Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.
Pekan lalu, gempa berkekuatan 6,1 melanda di lepas pantai barat laut Jepang, juga tidak menyebabkan kerusakan.
Negara ini sering dilanda gempa dan memiliki peraturan konstruksi yang ketat yang dimaksudkan untuk memastikan bangunan dapat menahan getaran kuat.
🇯🇵JAPAN
Volcanic activity on the island of Ioto (Iwo Jima) led to the appearance on the shore of several dozen sunken Japanese ships from the time of the famous battle of World War II.
#Japan pic.twitter.com/zkF6K9g5u6— The RAGEX (@theragex) October 20, 2021
editor : NMD
sumber : kompas.com







