
Kemenangan ini diraih United dengan cara yang sulit.
Mereka terancam mengulangi hasil buruk laga pertama dimana mereka kalah mengejutkan dari Young Boys 2-1 yang diwarnai kartu merah Aaron Wan-Bissaka di babak pertama. Laga kedua, United sempat tertinggal sebelum memukul balik Villarreal 2-1.
Begitu juga kemarin. Atalanta memimpin dua gol di babak pertama berkat gol sontekan Mario Pašalić di menit ke-15 yang bebas dari perangkap offside, dan sundulan Merih Demiral dari sepak pojok di menit ke-29.
Teriakan “ole out” pun bergema di stadion saat turun minum.
Manajer Manchester United asal Norwegia Ole Gunnar Solskjaer meneriakkan instruksi kepada para pemainnya dari pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola grup F Liga Champions UEFA antara Manchester United dan Atalanta di stadion Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 20 Oktober 2021. (Paul ELLIS / AFP)
Pasukan Setan Marah menunjukkan sisi yang berbeda di babak kedua.
Keluarnya bek sentral Atalanta, Merih Demiral karena cedera pada menit ke-46, membuat organisasi pertahanan La Dea tak lagi seketat pada babak pertama.
Praktis, tim tamu sudah tanpa bek yang sebelumnya sudah absen karena cedera: sang kapten Rafael Tolói, Berat Djimsiti, Robin Gosens, dan Hans Hateboer.
Dan United memanfaatkan betul lini belakang darurat Atalanta ini. Menit ke-53, Bruno Fernandes mengirim umpan terobosan kepada Marcus Rashford, yang berlari menyambut bola dan masuk ke kotak penalti.
Pemain nomor 10 itu melepaskan tembakan yang bersarang di sudut kanan gawang Atalanta.
Berikutnya, United menyamakan kedudukan di menit ke-75. Menerima umpan sundulan dari Edinson Cavani, Harry Maguire menuntaskannya dengan sepakan kaki kanan.
Dan akhirnya di menit ke-81, tandukan Ronaldo membuat seisi stadion Old Trafford bergemuruh.







