Meski sempat anjlok karena pandemi. Namun, dia mengungkapkan, kalau baru-baru tadi harga kepiting rajungan bakau kembali terjual normal di pasaran. Bahkan, berangsur-angsur mulai merangkak naik.
“Sempat harga perkilonya di pasaran sekitar Rp8.500 karena dampak dari COVID-19. Tetapi, setelah melandai dan berada di level 2, penjualannya naik secara drastis mulai dari Rp120.000 yang belum dikupas, kalau sudah dikupas cangkangnya untuk mendapatkan dagingnya mampu berkisar antara Rp550.000 – Rp650.000. Bahkan, bisa tembus diangka Rp1.000.000 apabila berhasil diborong oleh penikmat kepiting rajungan bakau,” ujarnya.
BACA JUGA:
Legislator Kalsel Yani Helmi Sarankan Pemprov Gandeng Anggota Dewan Percepat Vaksinasi Covid-19
Dirinya berharap, adanya uluran tangan atau bantuan serta pembinaan dari pemerintah daerah dalam mendorong pangsa pasar dari komoditi kepiting rajungan bakau tersebut. Supaya, perekonomian di desanya juga mampu bangkit dan pulih sesuai potensi hasil laut yang selama ini mampu dimanfaatkan.
“Mayoritas warganya di sini selain memanfaatkan lahan untuk berkebun, sebagian juga ada nelayan jadi kami mengharapkan adanya penyuluhan hingga membina bagaimana agar budidaya ini mampu terealisasi secara baik dan berhasil,” ungkap Kades Tanjung Pangga. (*)
Editor : Elpian







