KALIMANTANLIVE.COM – Baru-bari ini Federasi sepak bola internasional (FIFA) merilis daftar pemeringkatan negara-negara anggotanya.
Berdasarkan informasi pada laman resmi FIFA, Kamis (21/10/2021), Timnas Indonesia mengalami perubahan peringkat yang signifikan dalam ranking terbaru tersebut.
Timnas Indonesia naik 10 tingkat ke urutan 165. Sebelumnya, Evan Dimas dkk menempati peringkat 175 pada September 2021.
Kenaikan peringkat itu terjadi setelah anak asuhan Shin Tae-yong mengamankan 28,56 poin hasil dua kemenangan pada Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023.
Baca Juga :PLAY-OFF Kualifikasi Piala Asia 2023 Taiwan vs Indonesia, Pesan Shin Tae-yong Singgung soal Mental
Baca Juga :JADWAL Kualifikasi Piala Asia U-23 2022, di Grup G Timnas Indonesia U-23 Jumpa Australia dan China
Seperti diketahui, Timnas Indonesia menang atas Taiwan dengan skor 2-1 dan 3-0. Dua kemenangan itu sekaligus menjadi catatan positif juru taktik asal Korea Selatan itu bersama Tim Garuda.
Setelah rentetan hasil negatif
Kenaikan peringkat yang signifikan ini dialami Timnas Indonesia pertama kali sejak 2018.
Ketika itu, pencapaian terbaik tim Merah Putih pernah menembus urutan ke-159.
Namun, Timnas Indonesia mengalami penurunan peringkat karena rentetan hasil negatif pada Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Tim Garuda menelan tujuh kekalahan dan sekali imbang medio September 2019 hingga Juni 2021.
Pencapaian ini merupakan satu hal yang positif. Timnas Indonesia masih berpeluang memperbaiki peringkat lagi karena pada akhir 2021 akan tampil di Piala AFF 2020.
Ranking FIFA tim ASEAN
Vietnam (98)
Thailand (117)
Filipina (127)
Myanmar (145)
Malaysia (155)
Singapura (160)
Indonesia (165)
Kamboja (170)
Laos (185)
Brunei Darussalam (189)
Timor Leste (194).
Ukuran prestasi timnas tidak dilihat dari ranking FIFA
Pelatih timnas U23 Indonesia Shin Tae-yong memberikan arahan kepada pemain pada laga uji coba melawan Tajikistan U23 di Republican Central Stadium Dushanbe, Selasa (19/10/2021) malam WIB.
Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali mengatakan, ukuran prestasi timnas sejatinya tidak dilihat dari ranking FIFA.
Menurut dia, dilihat dari seberapa banyak trofi yang didapatkan suatu negara di kejuaraan regional maupun internasional.
“Belgia misalnya, mereka dua tahun terakhir menjadi nomor 1 FIFA, tapi orang lebih melihat Perancis yang juara Piala Dunia 2018 dan Italia yang juara Piala Eropa 2020 meskipun rankingnya di bawah Belgia,” ujar Akmal kepada Kompas.com, Jumat (22/10/2021).
Ia mengatakan, Perancis yang menduduki ranking 3 dan Italia ranking 4 FIFA hanya berfokus bagaimana membangun timnas yang kuat untuk meraih prestasi.
Sehingga, kata Akmal, ranking dengan sendirinya akan mengikuti bila prestasi berhasil diraih. Dan, begitulah faktanya perhitungan dalam kaitan ranking FIFA.
“So, naiknya peringkat Indonesia dari 175 ke 165 sejatinya bukan sesuatu yang luar biasa. Karena sampai sejauh ini belum mampu meraih trofi minimal di level Asia Tenggara yang menjadi habitat Indonesia sesungguhnya. Jangan dulu bicara Asia. Semua berproses dan berjenjang untuk diraih sesuai peningkatan prestasi,” ujar Akmal.
Imbas dua kemenangan beruntun
Akmal mengatakan, naiknya peringkat Timnas Indonesia karena kemenangan dua kali Tim Garuda atas Taiwan pada Play-off Piala Asia 2023.
Posisi tim yang dilewati peringkatnya, jelas Akmal, adalah Guyana, Saint Vincent and Grenadine, Pourto Rico, Mauritus, Belize, Grenada, Sudan Selatan dan Bermuda.
“Kalau ukurannya mengejar ranking terus naik, pilihannya Indonesia harus sering beruji coba dengan negara-negara yang peringkatnya di atas, tapi bisa dikalahkan,” kata dia.
Jika itu yang menjadi ukuran, Akmal menyarankan agar Tim Garuda melakukan uji coba melawan negara dengan peringkat di bawah Indonesia pada waktu kalender FIFA.
Misalnya, Papua Nugini, Vanuatu, Berbados, atau Fiji. Jika menang, peringkat Indonesia pasti akan naik.
Namun, ia kembali mengingatkan, peringkat FIFA bukan tujuan utama.
“Timnas Indonesia harus fokus untuk juara Piala AFF 2021. Bila mampu melakukannya, ranking akan mengikuti sejauh mana prestasi yang diraih,” ujar Akmal.
editor : NMD
sumber : kompas.com







