Target Vaksinasi Belum Tercapai, Kotabaru Kembali ke Level 3, Ketua DPRD: Seharus Jadi Skala Prioritas

KOTABARU, KALIMANTANLIVE.COM – PPKM Kotabaru kembali melonjak ke level-3 yang sebelumnya sempat berada di level-2, hal tersebut karena target vaksinasi Covid-19 belum tercapai.

Cakupan vaksinasi Covid-19 Kotabaru masih jauh dari angka 50 persen.

Kembali Kabupaten Kotabaru naik level PPKM, membuat Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis angkat bicara.

Hal itu disebabkan keterlambatan distribusi vaksin oleh Pemerintah Pusat. Sementara cakupan vaksin salah satu penentu naik atau turunnya level.

Menurut Syairi, seharusnya Kotabaru menjadi skala prioritas distribusi vaksin.

Sebab daerah ini rentan dari 13 kabupaten/kota, Kotabaru merupakan wilayah yang terbuka.

Baca Juga :Wanita Muda Ini Curhat ke Ibu Sering Dapat Bisikan, Sekali Ditemukan Sudah Gantung Diri

Baca Juga :Sprinter Ditembak di Rumahnya, Publik Ekuador Bersedih Ikon Negaranya di Olimpiade London 2012 Tewas

Baca Juga :Wanita Muda Ini Curhat ke Ibu Sering Dapat Bisikan, Sekali Ditemukan Sudah Gantung Diri

Bisa dengan mudah diakses dengan mobilisasi udara, darat, dan laut. Oleh karena itu, Syairi pun mengharapkan cakupan vaksin bisa lebih 50 persen, agar PPKM Kotabaru kembali turun level.

Disinggung keinginan Presiden Joko Widodo agar vaksin di Kalsel dalam dua bulan ke depan cakupan vaksin di angka 70 persen. Syairi tidak menepisnya.

Oleh karena itu, bukan hanya Pemerintah Pusat memprioritaskan distribusi vaksin untuk Kotabaru yang merupakan daerah yang aksesnya terbuka lebar.

Tapi juga diharapkan ada keterlibatan perusahaan, sehingga capaian vaksin di Kotabaru lebih cepat. Terutama melalui vaksin gotong royong.

Seperti vaksinasi sudah dilaksanakan BPP Hipmi Pusat beberapa waktu lalu, Syairi sangat mengapresiasi karena vaksin disuntikan ke masyarakat sebanyak 4.000 dosis.

“Tahap selanjutnya dari BPP Hipmi Pusat sekarang sedang berproses,” kata Syairi kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (25/10/2021).

Kecuali vaksin dijanjikan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Seluruh Indonesia (Gapki) Kotabaru, sambung Syairi, padahal pernah dibahas melalui zoom meeting.

“Kita minta jangan hanya acara seremonial. Tapi harus diimplementasikan,” pungkas Syairi Mukhlis.

editor : NMD
sumber : banjarmasinpost.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *