Dirinya pun mohon doa masyarakat Banjarmasin dan Kalsel khususnya agar bisa memberikan yang terbaik buat Banua.
“Saya juga sangat berterima kasih atas bimbingan dari dispora provinsi dan juga dispora banjarmasin serta yang paling utama adalah doa orang tua dan juga suami,” ucapnya
Ditambahkan Dhea yang mengikuti Pemilihan Pemuda Pelopor Bidang Pangan Tingkat Nasional, persiapan yang dilakukan adalah persiapan mental, materi dan saya sempat diberikan pembekalan publik speaking yang diberikan oleh Dispora kota Banjarmasin.
Dhea merupakan owner usaha Kulit Lumpia Beruntung dimulai sejak 2016 dengan modal Rp 200.000. Dari usaha tersebut, hingga saat ingin omsetnya Rp 600 juta sampai Rp 700 juta setiap tahun, dengan jumlah karyawan 16 orang.
“Saya sudah miliki brand sendiri. Saya juga mengajak anak-anak putus sekolah di usaha tersebut, sambil mengikutsertakan kejar paket A,” paparnya,
Dalam satu hari, lanjut dia, rumah produksi bisa menghasilkan 15 ribu kulit lumpia, sementara permintaan bisa mencapai 50 ribu lembar kulit lumpia. Banyak permintaan membuat dirinya kesulitan untuk memenuhi keinginan konsumen.
“Saya berharap kulit lumpia bisa menjadi makanan khas Kalimantan Selatan. Dan bercita-cita membentuk Kampung Lumpia,” ujar warga Beruntung Jaya Banjarmasin ini.
Inovasi lain dilakukan Dhea dalam berkreasi adalah dengan mengolah kulit lumpia yang diisi rabuk ikan haruan. Kulit lumpia tidak pakai pengawet dan hanya tepung premium. Produk vegan tanpa ada unsur hewani.
“Pemasaran melalui Ig, Tiktok, shoope, FB. Saat ini usahanya sudah memiliki legalitas.
Untuk pengkaderan melakukan pelatihan mandiri untuk satu atau dua orang. Dengan kegiatan tersebut saya berharap akan melahirkan Wira usaha lainnya,” tandasnya.
editor : NMD
sumber : banjarmasinpost.co.id







