Penjual Jamu Ditemukan Tewas di Ranjang, Ternyata Dibunuh Suami yang Cemburu Buta

BLITAR, KALIMANTANLIVE.COM – Perempuan penjual jamu di Blitar berinisial EN (47) tewas secara mengenaskan.

EN ditemukan tewas di ranjang oleh anaknya.

Ternyata tewasnya penjual jamu itu akibat perbuatan suaminya, S (57).

Hal itu terungkap setelah polisi meminta keterangan suami korban setelah mayat penjual jamu ditemukan.

Bahkan, polisi sejak awal sudah menduga EN tewas akibat dianiaya suaminya.

Namun, polisi tak bisa langsung menginterogasi S karena terduga pelaku itu terkonfirmasi positif Covid-19.

S juga kesulitan berbicara akibat luka di kepalanya.

Baca Juga :Siap-siap dengan Kengerian yang Ditawarkan Thriller Fantasi Korea ini, Netflix Segera Tayangkan Hellbound

Baca Juga :VIRAL CCTV Kapolres Nunukan Tendang dan Pukuli Anggota karena Meeting Zoom, Kapolda Copot AKBP Syaiful Anwar

Baca Juga :JADWAL French Open 2021: Fajar/Rian, Gregoria, Shesar dkk Mulai Berjuang Hari Ini, Ginting & Jojo?

“Kami sudah dapat meminta keterangan dari suami korban dan dia mengakui bahwa dirinyalah yang melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan korban tewas,” kata Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Ardyan Yudho Setyantono saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (25/10/2021).

Yudho enggan membeberkan hasil interogasi secara gamblang. Alasannya, hasil interogasi itu akan dibeberkan kepada publik secara rinci dalam waktu dekat.

Namun, Yudho memastikan, S menganiaya EN karena faktor kecemburuan.

S, kata dia, berprofesi sebagai penjaja jasa penggilingan jagung dan padi keliling. S dan EN sudah pisah ranjang, meski masih tinggal serumah saat peristiwa tragis itu terjadi.

“Berdasarkan informasi yang kami himpun dari para saksi, S memiliki keterbatasan kemampuan seksual,” kata Yudho.

Hal itu, menurut Yudho, memicu kecemburuan yang kemudian memuncak pada aksi pisah ranjang.

Sebelumnya, EN, penjual jamu siap minum yang menjajakan dagangannya keliling dari kampung ke kampung itu ditemukan tewas bersimbah darah oleh anaknya, R, pada Kamis (7/10/2021) dini hari.

Hasil autopsi menunjukkan, EN kehilangan nyawa akibat pukulan benda tumpul di bagian kanan dan kiri kepalanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *