Michael menerangkan, PSI juga sudah berkoordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit untuk memastikan seluruh warga Koja yang keracunan tertangani dengan baik.
“Kami juga telah memberikan bantuan bagi para korban keracunan makanan. Kami juga menindaklanjuti dan mendalami pemilik warung,” tuturnya.
Ia pun memastikan, sang pemilik warung sudah mengakui kelalaiannya dan meminta maaf kepada korban yang mengalami keracunan.
“Pemilik warung sudah menyampaikan minta maafnya, baik kepada kami dan warga yang keracunan makanan. Kami akan memastikan hal serupa tidak terjadi,” kata dia.
Pemilik Warung Minta Maaf
Pemilik warung, Lidya, meminta maaf kejadian keracunan makanan di Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara.
Selama ini ia sudah menjaga agar makanan aman dikonsumsi.
“Saya sudah bekerja sama dalam PSI menyediakan makanan untuk Program Rice Box ini sejak Agustus lalu dan sudah memasak untuk lebih 1.000 kotak nasi untuk rice box. Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Ini murni kesalahan saya,” kata Lidya di Jakarta, Senin (25/10/2021).
Lidya berterima kasih kepada PSI karena lewat Program Rice Box telah membantu usaha kulinernya bisa tetap bertahan di pandemi yang sulit ini.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga meminta maaf atas dugaan keracunan makanan tersebut.
PSI Beri Santunan ke Korban Keracunan Rice Box
Selain meminta maaf, PSI juga memberikan santunan kepada pada korban dan akan melakukan investigasi.
“Makanan siap saji itu bagian dari program Rice Box PSI yang sudah digelar sejak April 2021. Sampai hari ini sudah dibagikan lebih dari 300 ribu di seluruh Indonesia. Selama ini, sama sekali tidak ada masalah. Kejadian seperti di Kampung Beting itu adalah yang pertama kali,” kata Ketua DPD PSI Jakarta Utara, Darma Utama.
Program Rice Box PSI melibatkan warung-warung makanan dan UMKM kuliner sebagai penyedia atau pemasok.
“Kami sebelumnya melakukan survei dulu ke mereka, untuk memastikan standar kesehatan. Semua disurvei tanpa kecuali,” kata Darma.
“Kami telah melakukan penyelidikan internal supaya kasus seperti ini tidak terulang. Kami tetap berpikir positif bahwa ini murni kelalaian semata tanpa unsur kesengajaan. Kami menunggu proses penyelidikan berlangsung,” katanya.
PSI juga telah memberikan santunan kepada 29 orang yang menjadi korban.







