Atasi Antrean Panjang di SPBU, Komisi III DPRD Kalsel Rekomendasikan Pembelian Solar Pakai Kartu BBM

BANJARMASIN, Kalimantalive.com – Ketua Komisi III DPRD Kalsel merekomendasikan kepada Satgas BBM untuk menerapkan pembelian solar menggunakan kartu BBM seperti di Provinsi Bangka Belitung, demi mengurangi terjadinya antrean panjang SPBU di Banjarmasin.

“Komisi III merekomendasikan kepada Satgas BBM Kalsel mencari solusi antrean BMM dengan menerapkan sistem pembelian solar menggunakan kartu seperti di Bangka Belitung. Pembelian pakai kartu seperti ATM, sedangkan pembayaran melalui bank,” kata Ketua Komisi III DPRD Kalsel H Sahrujani, kepada wartawan usai rapat dengar pendapat dengan Pertamina dan Hiswana Migas, Kamis (28/10/2021).

BACA JUGA :
Pertamina : Antrian di SPBU Banjarmasin Akibat Naiknya Konsumsi BBM Pasca Penurunan Level PPKM

BACA JUGA:
Pertamina Minta Armada BBM dan LPG Bisa Lewat Jembatan Alalak Banjarmasin, Ini Kata DPRD Kalsel

Sahrujani mengatakan,Komisi III menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Pertamina dan Hiswana Migas untuk membahas terjadinya fenomena antrean panjang truk dan mobil untuk membeli solar di sejumlah SPBU di Banjarmasin.

“RDP untuk mencarikan opsi-opsi dan penyelesaian masalah antrean panjang pembelian solar di sejumlah SPBU. Pertamina akan mengupayakan menambah kuota BBM hingga Desember 2021 untuk meredam situasi agar tidak bertambah parah,” katanya.

Menurut politisi Partai Golkar tersebut, fenomena antrean truk dan mobil di sejumlah SPBU, sesuai informasi Hisawana Migas hanya terjadi di Kalsel dan Kalteng, meskipun di provinsi tetangga tidak separah di banua.

“Terjadinya antrean solar akibat disparitas atau perbedaan harga antara solar subsidi dan nonsubsidi sangat jauh, sehingga solar subsidi jadi rebutan. Anehnya fenomena ini selalu terulang,” kata Sahrujani.

Komisi III DPRD Kalsel rapat dengar pendapat bersama PT Pertamina Kalselteng dan Hiswana Migas, Kamis (28/10/2021). (Kalimantalive.com)

Solusi jangka pendek,, lanjut Sahrujani, selain tetap mengandalkan pasokan dari Pertamina, pihaknya mengharapkan ke depannya selisih harga antara solar subsidi dan nonsubsidi tidak terlalu jauh.

“Karena kebijakan kuota dari BPH Migas, Komisi III berencana menemui BPH-MIGAS, sekaligus untuk meminta tambahan kuota BBM dan solar untuk Kalsel,” ujarnya.

Terkait rekomendasi pemakaian kartu BBM untuk pembelian solar, kata Sahrujani, terlebih dahulu harus dilakukan uji coba serta persiapan-persiapan, termasuk sistem yang akan digunakan.

“Penggunaan Kartu BBM ini akan dilakukan diuji coba secara terbatas pada beberapa SPBU di Jalan Lingkar Selatan oleh Satgas BBM, Pertamina dan Hiswana Migas, sebagai try and error dulu,” kata Sahrujani.