Teknologi mutakhir ini mengukur penumpukan pernis pada permukaan batu. Kedua alat dan spectrometer menunjukkan, situs tersebut berusia lebih dari delapan ribu tahun.
Pada saat itu, Jazirah Arab jauh lebih hijau daripada sekarang dengan lebih banyak padang rumput dan danau musiman di gurun Nefud.
Bentang alamnya juga bisa mengalami kekeringan selama bertahun-tahun.
“Itu adalah lingkungan hijau tetapi tidak menantang,” kata Guagnin.
Orang-orang yang tinggal di sana akan sangat mobile dan sementara ada beberapa ternak peliharaan.
Bahkan perburuan masih menjadi sumber makanan yang penting.
“Kami memang menemukan panah di lokasi, jadi mungkin mereka berburu saat mereka mengukir,” ujar Guagnin.
Bagi Tahani Almahmound, spesialis seni cadas dan manajer di Royal Commission untuk AlUla, temuan baru ini hanyalah sebagian kecil dari harta kuno Arab Saudi.
“Setiap kali kami menemukan daerah baru, kami menemukan beberapa arkeologi, beberapa bukti kuno tentang aktivitas manusia dari ribuan tahun yang lalu,” katanya.
Situs-situs seperti itu seringkali sulit dijangkau dan biasanya ditemukan jauh dari jalan raya atau pusat kota.
Almahmound bertekad, untuk terus mencari situs lain yang tersembunyi oleh waktu dan gurun.
Penulis: Maulana
Editor: M Khaitami







