kalimantanlive.com – Afghanistan menghadapi krisis kemanusiaan terbesar di dunia, di mana situasi semakin memburuk sejak Taliban mengambil alih kekuasaan pada Agustus lalu.
Dana internasional yang menopang perekonomian rapuh negara tersebut dihentikan ketika dunia memperdebatkan bagaimana bersikap terhadap rezim Taliban.
PBB telah mengeluarkan peringatan, jutaan orang akan mati jika bantuan mendesak tidak diberikan kepada negara tersebut.
Dalam video BBC, seorang bayi disebut dijual keluarganya yang kelaparan seharga USD 500 atau sekitar Rp 7 juta.
Wartawan BBC, Yogiya Limaye berkunjung ke rumah sakit Medecins Sans Frontiers di Herat, di Afghanistan barat, dan kawasan pinggiran kota itu, secara langsung menyaksikan situasi yang parah di lapangan.
BACA JUGA: Api Berkobar di Pampanan Tabalong, 10 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal, Ini Kata Kapolres
Dalam video itu juga terlihat bayi dengan kondisi yang mengenaskan karena kelaparan.
Laporan itu menyebutkan sedikitnya 1 juta anak berisiko meninggal.
Seorang bayi laki-laki bernama Usman (enam bulan) terlihat sangat kurus, dirawat di sebuah rumah sakit.
Berat Usman 50 persen berkurang dari berat badan seharusnya yang dimiliki bayi seusianya.
Seperti kebanyakan warga Afghanistan lainnya, ayah Usman tidak memiliki pekerjaan.
“Penderitaan yang dia alami, saya juga merasakannya. Hanya Tuhan yang tahu apa yang saya rasakan ketika saya melihatnya,” kata ibu Usman sembari terisak, dikutip merdeka.com dari BBC, Selasa (26/10).
Ibu ini melanjutkan, dua anaknya terancam meninggal karena mereka tidak punya uang.
“Saya ingin dunia membantu rakyat Afghanistan. Saya tidak ingin melihat ibu lain manapun melihat anaknya menderita seperti ini,” ujarnya.
Di luar Herat, sejumlah orangtua melakukan hal mengejutkan demi memberi makan keluarganya.
Salah satunya menjual anaknya. BBC menyembunyikan identitas keluarga tersebut untuk melindunginya.







