“Sulit membedakan pelangsin dan masyarakat secara umumnnya sebab secara normal diperbolehkan siapa pun beli 60 liter BBM setiap kali mengisi di SPBU menggunakan mobil atau truk.
“Kemudian dia kembali membeli di SPBU lain dengan jumlah yang sama. Siapa yang bisa mengawasi seperti itu,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kalsel H Sahrujani mengatakan rapat dengar pendapat dengan Pertamina dan Hiswana Migas untuk membahas terjadinya fenomena antrean truk dan mobil BBM di sejumlah SPBU di Banjarmasin.
“Komisi III rapat dengar pendapat untuk mencarikan opsi-opsi dan penyelesaian masalah antrean di sejumlah SPBU. Pertamina akan mengupayakan menambah kuota BBM hingga Desember 2021 untuk meredam situasi agar tidak bertambah parah,” katanya.
BACA JUGA :
Supaya Gaji Tak Hanya Numpang Lewat Aja, Begini Tips Mengatur Keuangan
BACA JUGA:
Pesawat Kargo Berisi 1.200 Liter BBM Tergelincir di Kaltara, Begini Nasib Minyak Milik PT PLN Tersebut
Menurut Sahrujani, Komisi III DPRD Kalsel juga merekomendasikan kepada Satgas BBM Kalsel mencari solusi BBM dengan menerapkan sistem pembelian solar menggunakan kartu seperti di Bangka Belitung.
“Pembelian menggunakan kartu seperti ATM sedangkan pembayaran melalui bank untuk solusi jangka pendeknya,” katanya.

Hiswana Migas menyatakan, fenomena antrean truk dan mobil di sejumlah SPBU hanya terjadi di Kalsel dan Kalteng, meskipun, kata Sahrujani, di provinsi tetangga tidak separah di banua.
“Terjadinya antrean solar akibat disparitas atau perbedaan harga antara solar subsidi dan nonsubsidi sangat jauh,” katanya.
Untuk mengatasi masalah itu, lanjut Sahrujani, selain mengandalkan pasokan dari Pertamina, pihaknya juga mengharapkan agar selisih harga antara solar subsidi dan nonsubsidi tidak terlalu jauh.
“Karena kebijakan kuota dari BPH Migas, Komisi III berencana menemui BPH-MIGAS untuk meminta menambah kouta BBM wilayah Kalsel, sebagai antisipasi meningkatnya kebutuhan di masyarakat,” ujarnya.
Terkait rekomendasi pembelian solar menggunakan kartu, kata Sahrujani, terlebih dahulu harus dilakukan uji coba serta persiapan-persiapan, termasuk sistem yang akan digunakan.
“Rencananya penerapan Kartu BBM ini akan diuji coba secara terbatas pada beberapa SPBU di Jalan Lingkar Selatan oleh Pertamina dan Hiswana Migas, sebagai try and error dulu,” kata Sahrujani.
Penulis : Eep
Editor : Elpian







