KALIMANTANLIVE.COM – China memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa kemerdekaan Taiwan tak mungkin tercapai alias buntu.
Pasalnya saat ini Baijing kembali naik pitam setelah Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengakui bahwa AS melatih militernya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, melontarkan pernyataan tersebut saat ditanya mengenai wawancara Tsai dengan CNN di mana presiden itu untuk pertama kalinya mengakui kehadiran militer AS di Taiwan.
Wang kemudian menjawab bahwa AS membuat kawasan tidak stabil dengan “memamerkan kekuatan” di Selat Taiwan.
Baca Juga :RESMI, Facebook Ganti Nama Jadi Meta, Mark Zuckerberg Promosikan Metaverse, Apa Itu?
Sebagaimana dilansir CNN, ia lantas mengatakan, “Kemerdekaan Taiwan itu buntu.”
Dalam wawancara khusus dengan CNN sebelumnya, Tsai menjadi presiden pertama Taiwan yang mengakui kehadiran militer AS tersebut.
Tsai enggan mengungkap jumlah militer AS di Taiwan. Namun, ia memastikan bahwa jumlahnya “tak sebanyak yang dipikirkan orang.”
“Kami punya banyak kerja sama dengan AS untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan kami,” ujar Tsai.
Dengan pernyataan ini, Tsai mengonfirmasi hasil investigasi The Wall Street Journal (WSJ) yang dirilis pada awal Oktober lalu.
Dalam pemberitaannya, WSJ melaporkan bahwa sekitar dua lusin personel AS melatih pasukan darat dan laut Taiwan selama kurang lebih satu tahun belakangan.










