KALIMANTANLIVE.COM – Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto membuka kemenangan tim Indonesia pada babak 16 besar French Open 2021.
Selengkapnya ada Enam wakil Indonesia meraih kemenangan pada babak kedua French Open 2021 yang digelar di Stade Pierre de Coubertin, Prancis, Kamis (28/10/2021).
Kemenangan yang diraih Fajar/Rian setelah menundukan wakil tuan rumah, Christo Popov/Toma Junior Popov, dalam dua gim langsung.
Langkah Fajar/Rian, unggulan ketiga French Open 2021, diikuti dua pasangan ganda putra Indonesia lainnya yang masih bertahan pada babak kedua.
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, unggulan kedua, mengalahkan pasangan Taiwan, Lu Ching Yao/Yang Po Han, lewat rubber game.
“Di game pertama kami bermain sudah dengan pola yang benar. Di game kedua kami sempat hilang fokus dan pola,” kata Hendra, dilansir dari Badminton Indonesia.
Baca Juga :HASIL French Open 2021: Ahsan/Hendra Lolos ke 16 Besar Usai Libas Wakil Jepang
“Maunya main kencang terus, padahal mereka lebih enak kalau dikencangin terus. Di game ketiga kami kembali ke pola kami yang main pelan dan sabar.”
Kemenangan Ahsan/Hendra sekaligus membalaskan kekalahan junior mereka, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dari lawan yang sama pada babak pertama.
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo memastikan bahwa tiga pasangan unggulan teratas di ganda putra masih lengkap.
Meski tak perlu bertanding pada babak pertama, Marcus/Kevin langsung panas untuk mengalahkan Mark Lamsfuss/Marvin Seidel dari Jerman.
Indonesia juga bisa mengandalkan tiga wakil lain yang tersebar ke sektor tunggal putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Shesar Hiren Rhustavito sedang mengincar kemenangan pada rubber game ketika lawannya, Sameer Verma, memutuskan untuk mundur dari pertarungan.
Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto kembali menunjukkan potensi mereka sebagai salah satu harapan ganda putri Indonesia pada masa depan.
Fadia/Ribka mengalahkan Tan Pearly/Thinaah Muralitharan (Malaysia) yang peringkatnya lebih baik dari mereka.
Kemenangan juga diraih oleh pasangan unggulan kedua ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Okvatianti.
Praveen/Melati berhasil bangkit dari situasi sulit ketika mengubah ketertinggalan 15-18 pada gim penentuan menjadi kemenangan.







