Untuk itu, ia meminta pemerintah semestinya melakukan kajian telebih dahulu.
“Kurang tepat, kajiannya belum sesuai. Antigen dihapus menjadi PCR, kemudian ditambah 3×24 jam.”
“Semakin panjang periode, semakin panjang periode dia bisa terpapar setelah PCR,” kata dia.
“Lebih baik dilakukan kajian terlebih dahulu sebelum menentukan penggunaan PCR untuk pesawat,” imbuhnya.
editor : NMD
sumber : tribunnews.com







