Alasan Berbeda-beda Pimpinan KPK Soal Raker di Hotel Bintang 5, Kegiatan Ditutup dengan Gowes

KALIMANTANLIVE.COM – Setelah menuai kritikan karena mengadakan rapat kerja (raker) di hotel berbintang 5, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan alasan yang berbeda.

Seperti diketahui KPK mengadakan raker di hotel bintang 5 di Yogyakarta pada 27-29 Oktober 2021.

Menutup acara raker itu, KPK mengadakan kegiatan gowes atau bersepeda bersama dimulai dari Markas Kepolisian Sektor Ngemplak dan finish di Warung Kopi Klotok, Pakem, Sleman.

Pelaksanaan raker di hotel bintang 5 ini menuai banyak kritikan dan respons warganet.

Baca Juga :OTT KPK di Musi Banyuasin, Susul Ayah Masuk Penjara, Bupati Dodi Reza Alex Noerdin Milik Harta Rp 34 Miliar

Baca Juga :OTT di Musi Banyuasin, KPK Ciduk Bupati Dodi Reza Adiknya Anak Alex Noerdin dan Pejabat Lainnya

Baca Juga :Lanjutkan Pemeriksaan Kasus OTT di Hulu Sungai Utara, KPK Pinjam Markas Brimob di Tabalong

Salah satunya adalah akun @paijodirajo yang menganggap KPK sedang piknik dengan kedok rapat kerja.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dalam rapat koordinasi (Rakor) bersama aparat penegak hukum (APH) pada wilayah hukum Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (13/10/2021).(Dokumentasi Biro Humas KPK)

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menilai, raker di hotel bintang 5 itu merupakan pemborosan anggaran.

Kendati demikian, pihaknya mengaku tidak kaget atas kegiatan itu.

Pasalnya, pemborosan anggaran sudah terlihat sejak era Firli Bahuri menjabat.

“ICW tentu tidak lagi kaget mendengar kabar pimpinan KPK beserta pejabat struktural lainnya mengadakan rapat di hotel mewah Yogyakarta. Praktik pemborosan anggaran seperti itu memang sudah terlihat sejak Firli Bahuri cs menjabat sebagai pimpinan KPK,” kata Kurnia.

Tanggapan KPK soal raker di hotel bintang 5

Atas banyaknya kritikan tersebut, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut, tarif hotel bintang 5 tempat raker KPK sama dengan hotel bintang 3.

“Bintang 5 tetapi kalau tarifnya bintang 3 kenapa tidak, kan seperti itu,” kata Marwata, dikutip dari Kompas.com.

Ia menegaskan, KPK selalu transparan dalam penggunaan anggaran dan semuanya dipertanggungjawabkan.

Namun, ia tidak tahu secara pasti berapa nominal yang dikeluarkan untuk raker itu.