Dia mengungkap polisi masih fokus mencari identitas, sejauh ini belum diketahui apakah kedua jenazah korban pembunuhan.
“Kalau sudah teridentifikasi jenazahnya baru bisa kita simpulkan lebih lanjut apakah korban pembunuhan atau bukan,” katanya.
Kepolisian juga melakukan cara lain untuk mendapatkan identitas korban, yaitu dengan menyebarkan informasi ke Polsek jajaran Polres Kupang Kota. Harapannya warga bisa membantu memberi informasi soal orang hilang atau lainnya.
Kedua jenazah tanpa identitas itu ditemukan Sabtu (30/10) sore di lokasi Proyek penggalian pipa Sistem Penyediaan Air Minuk (SPAM) kali Dendeng di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT.
Kedua jenazah ditemukan saat operator eksavator hendak menggali saluran pipa. Saat itu seorang pekerja melihat sebuah kantong plastik besar yang mengeluarkan bau bangkai.
Pekerja pun meminta operator eksavator memindahkan plastik besar tersebut menggunakan beko. Setelah dipindahlan dan dibuka terlihat sepasang kaki manusia, peristiwa ini langsung menghebohkan warga setempat yang kemudian melaporkannya ke kepolisian.
editor : NMD
sumber : CNNIndonesia










