Alasan Kemanusiaan, Remaja Perempuan Israel ini Berani Menolak Masuk Wajib Militer hingga Mendekam di Penjara

kalimantanlive.com – Seorang remaja yang bernama Shahar Perets berani menolak masuk wajib militer di Tentara Israel IDF demi sebuah alasan kemanusiaan.

Remaja cantik ini mengatakan dia tak mau menjadi bagian kekerasan dari sejumlah zona okupasi termasuk perang di Tepi Barat dengan masuk menjadi bagian tentara zionis.

Dilansir BBC, akibat penolakan itu Shahar harus ditahan paling singkat 10 hari.

Kemudian setelah jeda waktu dia kembali menolak maka kembali dipenjarakan oleh otoritas Israel dengan kewajiban pelayanan.

Apa yang membuat Shahar Perets tegas menolak masuk tentara zionis? Dia menceritakan pada sebuah kamp musim panas dia bertemu dengan anak-anak muda Palestina dan mereka bisa berteman.

BACA JUGA: Ramai Perwira Polisi di Sumut Dicopot, Kapolsek hingga Kapolres, Kasus Pencabulan sampai Gaya Hidup Mewah

Setelah itu memang hampir setiap tahun dia bertemu dengan remaja Palestina dalam kamp.

“Saya tak mau nanti bertemu dengan teman saya berenang dan berkemah di pos pengecekan sambil saya berseragam dan memanggul senjata,” kata Shahar remaja 18 tahun itu sebagaimana dia berbicara kepada Social TV yang dibagikan di laman Facebook.

Shahar mengatakan di negaranya menjadi pemandangan biasa melihat senjata, tentara berseragam mondar-mandir hingga pecah bentrokan.

Oleh karena itu dia ingin menjadi bagian yang menghentikan perihal kekerasan itu.

Meski dia mengakui ada risiko atas keputusannya tersebut.

“Sejak kecil kami terbiasa di bus-bus melihat tentara bawa senjata setiap hari Minggu dan saya memutuskan tidak menjadi bagian dari itu semua,” kata gadis muda ini.

“Saya ingin menjadi bagian gerakan perubahan yang lebih besar termasuk bagi generasi muda agar bertanya dahulu di dalam hati sebelum bergabung dengan wajib militer. Semoga hal ini bisa berpengaruh bahwa kita tidak harus ikut ambil bagian dalam jalan kekerasan,” lanjutnya.

(M Khaitami/viva)