kalimantanlive.com – Beijing mengimbau masyarakat Cina agar menyimpan stok bahan-bahan kebutuhan pokok untuk kondisi darurat.
Pasalnya, curah hujan yang turun sangat tidak biasa sehingga bisa membuat harga sayur mayur naik dan muncul waswas suplai menjadi berkurang.
Kementerian Perdagangan Cina pada Senin malam, 1 November 2021 mendesak masyarakat lokal untuk melakukan yang terbaik dalam memastikan suplai barang kebutuhan pokok, menjaga kestabilan harga dan memberikan peringatan jika ada masalah suplai.
Pemerintah pusat biasanya berusaha meningkatkan suplai sayur-mayur dan daging babi menjelang libur nasional seperti Imlek, tahun depan.
Akan tetapi, pada tahun ini segala upaya tersebut semakin mendesak karena cuaca ekstrim pada awal Oktober 2021
BACA JUGA: Ramai Perwira Polisi di Sumut Dicopot, Kapolsek hingga Kapolres, Kasus Pencabulan sampai Gaya Hidup Mewah.
Cuaca buruk telah menghancurkan perkebunan di Shandong, sebuah area yang menjadi suplai sayur-sayuran terbesar bagi Cina.
Bukan hanya itu, wabah Covid-19, juga telah mengancam terganggunya pasokan bahan makanan.
Pada akhir pekan lalu, harga timun, bayam dan brokoli sudah dua kali lipat dibanding harga pada awal Oktober 2021.
Harga bayam bahkan lebih mahal dari sepotong daging babi, yang harganya di bandrol 16.67 yuan (Rp 37 ribu) per kilogram.
Kendati dalam beberapa hari terakhir harga mulai longgar, para ekonom memperkirakan bakal ada inflasi yang signifikan year-on-year pada Oktober ini untuk pertama kali sejak lima bulan.
(M Khaitami/tempo)








