Petenis Cantik No 1 Dunia Ini Mengaku Dipaksa Berhubungan Seks oleh Eks Wakil PM China

“Saya tidak pernah setuju sore itu, menangis sepanjang waktu,” katanya seperti dikutip New York Times.

“Saya panik dan takut, saya menyetujuinya dengan perasaan saya kepada Anda sejak tujuh tahun lalu,” lanjut Peng dalam unggahannya itu.

Peng mengaku dia terlibat hubungan di luar nikah. Namun dia juga merasa menderita menerima banyak penghinaan.

Minggu lalu dia mengaku bertengkar dengan Zhang dan menolak untuk bertemu dengannya.

Peng mengaku pertama kali berhubungan seks saat Zhang menjabat sebagai ketua Partai Komunis Tianjin, sebuah kota di tenggara Beijing.

Namun, Peng memutuskan kontak usai Zhang dipromosikan menjadi Komite Tetap Politbiro di Beijing.

Unggahan Peng itu kini sudah terhapus. Meski begitu, tangkapan layar unggahan Peng dengan bahasa Mandarin telah tersebar luas di media sosial China bahkan Twitter.

Sampai saat ini, akun Weibo Peng yang terverifikasi masih ada. Namun nama Peng telah diblokir dari pencarian, termasuk komentar di unggahannya.

“Saya tahu untuk seseorang yang mulia, Wakil Perdana Menteri Zhang Gaoli, Anda mengatakan bahwa Anda tidak takut. Tetapi bahkan jika itu hanya saya, saya akan memberitahu Anda kebenaran tentang kami,” tulis Peng.

CNN tak bisa menghubungi Zhang. Pria 75 tahun itu adalah wakil perdana menteri China antara 2013-2018.

Ia juga pernah menjadi sekretaris partai di provinsi timur laut Shandong.

Dia bertugas di Komite Tetap Politbiro antara 2012-2017.

Di China posisi setinggi Zhang sulit didekati dan tertutup sehingga sulit dimintai komentar dalam kasus ini.

Pengakuan Peng membuat gerakan melawan pelecehan seksual yang digaungkan kaum perempuan #MeToo kembali menggema, apalagi kasus ini menyeret pejabat tinggi dari Partai Komunis.

“Kita harus menyadari betapa luar biasanya Peng Shuai untuk memilih bicara. Hanya sedikit orang yang berani melakukan itu karena bisa mengorbankan diri dan keluarga Anda,” kata kelompok feminis China terkemuka yang berbasis di New York, Lv Pin.

Skandal itu juga terjadi beberapa hari sebelum pertemuan penting para elit partai di Beijing.

editor : NMD
sumber : CNNIndonesia