JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Panglima TNI akan berlangsung pada Sabtu (6/11) mendatang.
Pihak anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan, pihaknya tidak akan membahas dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) Jenderal Andika Perkasa di Papua.
Karena, kata Bobby, proses peradilan kasus pembunuhan tokoh Papua Theys Hiyo Eluay yang mengaitkan nama Andika sudah selesai.
“Saya rasa itu tidak akan dibahas di Komisi I DPR. Kenapa, karena proses peradilannya itu sudah selesai dan sudah ada yang dihukum, ada empat perwira, tiga prajurit dan hal tersebut tidak ada proses peradilan di peradilan manapun,” kata Bobby kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (4/11).
# Baca Juga :FAKTA Calon Panglima TNI: Sifat Sederhana Andika dari Sang Ayah, Perwira yang Tak Punya Mobil Pribadi
# Baca Juga :Komisi I DPR Christina Aryani akan Tanya Jenderal Andika soal Tes Keperawanan Calon Prajurit TNI
# Baca Juga :Jokowi Tunjuk Jenderal Andika Calon Tunggal Panglima TNI, Mahfud MD Sebut Presiden Mantap
“Jadi itu sudah selesai. Saya rasa teman-teman di Komisi I tidak akan membahas soal itu,” sambungnya.
Bobby memperkirakan proses uji kelayakan dan kepatutan Andika nantinya akan berjalan lancar. Menurutnya, anggota Komisi I DPR sudah terlihat antusias untuk menggelar uji kelayakan dan kepatutan Andika.
“Tapi semoga nanti hari H-nya lancar lancar saja, tapi saya rasa dengan tadi liat antusiasme semua fraksi, yang hadir dari Zoom bersemangat untuk hadir saya rasa lancar,” ujarnya.
Terpisah, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan pihaknya juga belum mendapatkan informasi atau aduan terkait dugaan keterilibatan Andika dalam kasus tersebut.
“Saya belum ada informasi atau data ke saya,” kata Beka saat dihubungi CNNIndonesia.com
Komnas HAM pun belum ada rencana untuk melakukan penyelidikan. Meski begitu, penyelidikan akan dilakukan jika ada aduan atau informasi yang masuk ke Komnas HAM.







