Dari data di lapangan, dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian yakni Vanessa Adzania dan Febri Andriansyah. Keduanya beralamat di Jakarta.
Sementara itu 3 penumpang lainnya yakni anak Vanessa, baby sitter dan seorang sopir dilarikan ke RS Kertosono Nganjuk.
Sedangkan jenazah Vanessa dan suaminya dibawa ke RS Bahayangkara Polda Jatim.
Sopir Mengantuk
Dalam kecelakaan itu, mobil ditumpangi lima penumpang. Dua di antaranya tewas, yakni artis Vanessa Angel dan suaminya Bibi Andriansyah.
Sementara tiga lainnya selamat, satu di antaranya adalah sopir Mitsubishi Pajero Sport berkelir putih itu.
Kasat PJR Ditlantas Polda Jawa Timur AKBP Dwi Sumrahadi, mengatakan, sopir yang selamat dari mengaku kehilangan konsentrasi.
“Dia mengaku melihat asap putih, terus tiba-tiba ngeblank, terus menabrak (pembatas jalan hingga terpelanting). Tapi dugaan saya itu mengantuk,” kata Dwi, dikutip dari Kompas Regional (4/11/2021).
Seperti diketahui, salah satu pemicu kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi karena pengendara mengalami rasa ngantuk dan lelah yang tak tertahankan.
Terlebih jika mengemudi di Jalan Tol, karena di jalan bebas hambatan ini cenderung memiliki jalur yang monoton sehingga membuat pengendara mudah bosan dan ngantuk.
Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, tanda-tanda awal ngantuk dan lelah saat berkendara yaitu saat otak sudah mulai tidak terstimulus terhadap sesuatu yang dilihat.
“Stimuli yaitu membaca apa yang dia lihat. Misalkan kita sedang mengemudi, kita lihat orang di pinggir jalan, kita langsung antisipasi kalau dia mau menyeberang atau apa, itu tandanya otak terstimuli,” ucap Jusri kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.
“Atau kita lihat bus sedang menyusul, kita langsung antisipatif, itu tandanya otak terstimuli, sedangkan kalau kita lelah dan kantuk, tidak bisa,” kata dia.
Jusri menambahkan, jika mulai merasa tanda-tanda awal ngantuk dan lelah, sebaiknya segera mencari tempat untuk beristirahat.
“Jika sudah terasa ada tanda-tanda letih segara berhenti di tempat aman. Tapi karena itu, otak itu harus distimuli terus. Bisa dengan mendengarkan usik, mengobrol ringan dan melatih tindakan antisipatif di dalam otak kita,” tuturnya.
editor : NMD
sumber : kompas.com







