BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Koordinator Wilayah Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Kalimantan Selatan mengeluh maraknya telur dari Jawa masuk ke Kalimantan Selatan.
Dampak dari kondisi itu harga telur anjlok sehingga peternak telur merugi.
Perwakilan PINSAR Kalsel, M Rauf Jumat (5/11/2021) mengatakan pihaknya meminta ada aturan khusus untuk pendistribusian telur dari Jawa ke Kalsel.
“PINSAR berharap perlu ada aturan yang dapat mengendalikan jumlah telur konsumtif yang masuk ke Kalsel,” ujar Rauf.
# Baca Juga :Alasan DPR Tak Bahas Dugaan Kasus HAM Andika Perkasa di Papua, 14 LSM Malah Pilih KSAL Yudo
# Baca Juga :NAMANYA bZ4X, Inilah Mobil Listrik Baru Toyota yang Siap Meluncur Tahun 2022
Meski pemerintah menginginkan harga telur dapat terjangkau kepada konsumen, namun Rauf meminta juga turut diperhatikan pendapatan produsen telur di Kalsel.
Ia meminta pemerintah agar dapat menjamin ketersediaan stok telur bagi masyarakat, tidak berlebihan dan kekurangan.
“Sekarang kondisinya telur di Kalsel sudah melimpah, sementara telur dari Jawa masih terus masuk, ini yang kami ingin fasilitasi agar ada batasan masuknya telur dari Jawa ke Kalsel sehingga stok telur tidak berlebihan yang bisa menyebabkan harga telur ayam anjlok,” ujarnya usai mengadu ke DPRD Kalsel.
Sementara Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel Imam Suprastowo berharap ada tindak lanjut dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel.
“Kita akan mendorong dan merekomendasikan kepada Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan untuk segera melaksanakan konsultasi ke Ditjen Peternakan Kesehatan Hewan untuk memperjelas lebih lanjut persyaratan ijin masukan untuk telur konsumtif,” ujarnya
Perlu kejelasan menurutnya terkait pendistribusian telur ke daerah lain hanya pada situasi tertentu atau bebas saja.
“Persyaratan ada izin untuk memasukkan telur ke daerah lain itu bisa dipertimbangkan untuk melindungi produsen telur Kalsel juga,” ujarnya.
editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com







