KALIMANTANLIVE.COM – Bencana banjir melanda Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, sejak dua pekan lalu.
Akibatnya dua warga dilaporkan meninggal dunia dan sebanyak 24.522 kepala keluarga (KK) juga turut terdampak banjir.
“Satu orang yang meninggal dunia ditemukan di Kecamatan Tempunak dan satu lainnya di Kecamatan Binjai Sintang, Provinsi Kalimantan Barat,” kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB), Abdul Muhari, seperti dikutip Antara, Sabtu (6/11).
Abdul menyebut banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dengan tinggi air sekitar 300 sentimeter dari permukaan tanah.
# Baca Juga :1 Tewas dan 4 Hilang saat Banjir Bandang Hantam Kota Batu Malang, Anak Sungai Brantas Meluap
# Baca Juga :1 Tewas dan 4 Hilang saat Banjir Bandang Hantam Kota Batu Malang, Anak Sungai Brantas Meluap
# Baca Juga :BMKG: 13 Provinsi Siaga Banjir dan Banjir Bandang, Kalsel, Kalbar, Kalteng hingga DKI Jakarta
Menurutnya, hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang masih terus berupaya melakukan pendataan di lapangan terkait korban meninggal dunia maupun warga yang mengalami luka-luka.
Berdasarkan data sementara per 4 November, setidaknya 87.496 jiwa terdampak. Sementara itu, 21 ribu unit rumah, sarana tempat ibadah, dan lima jembatan juga ikut terdampak.
Selain itu, kondisi di jalan lintas provinsi-kabupaten juga dilaporkan tidak bisa dilewati untuk kendaraan lantaran ruas jalan masih digenangi air. Ia juga menyebut, akses listrik dan komunikasi di lapangan masih belum stabil.
Abdul juga memaparkan, sampai saat ini 12 kecamatan masih terendam banjir, yakni Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Binjai Hulu, Kecamatan Sintang, Kecamatan Sepauk, dan Kecamatan Tempunak.
Selain itu, Kecamatan Ketungau Hilir, Kecamatan Dedai, Kecamatan Serawai, Kecamatan Ambalau, Kecamatan Sei Tebelian, dan Kecamatan Kelam Permai juga masih terdampak.
“Pemerintah Kabupaten Sintang telah menetapkan status tanggap darurat banjir yang berlaku pada 19 Oktober hingga 16 November 2021,” kata dia.







