Kemudian memotong menuju arah tenggara memotong Sulawesi Tengah, masuk Sulawesi Selatan di Kabupaten Luwu, Luwu Utara, lalu ke Luwu Timur .
“Sesar itu terus tembus, ada yang menuju ke Teluk Bone dan ada yang menuju Sulawesi Tenggara dan bentuk sesar lain. Di situ ada Sesar Lawanopo sampai masuk ke Laut Banda. Secara regional, sesar yang besar terbentuk dari desakan arah timur Lempeng Mikrokontinen dari Australia yang terus bergerak dari arah barat. Kemudian dari arah barat pulau Sulawesi tertahan oleh Lempeng Eurasia. Karena ada 2 lempeng ketemu, maka bentuk pergeseran berarah timur laut tenggara yang belah Sulsel dan Palu yang bentuk Palu Koro,” papar Adi Maulana.
Dia menambahkan, Sesar Matano sangat aktif hingga sering terjadi gempa dengan skala kecil.
Namun, Sesar Matano pernah mengalami gempa hingga magnitudo 7.
“Tapi lebih bagus sering terjadi gempa kecil, karena mengeluarkan energi dari dalam bumi secara perlahan-lahan. Tapi untuk terjadinya likuifaksi seperti terjadi pada Sesar Palu Koro kecil kemungkinan, karena Sesar Matano terbuat dari bebatuan-batuan yang padat,” tutupnya.
editor : NMD
sumber : kompas.com









