WOW! Ada Lubang Besar di Danau Matano Sulawesi Selatan, Ini Penjelasan Ahli Unhas

MAKASSAR, KALIMANTANLIVE.COM – Sejumlah warga di Sulawesi Selatan heran dan ada yang kaget mengetahui ada lubang besar di Danau Matano.

Namun, menurut Kepala Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Eng Ir Adi Maulana, lubang besar di Danau Matano terjadi akibat pergeseran sesar aktif.

Menurut dia, lubang pada Danau Matano terbentuk karena adanya patahan.

“Memang ada lubang dari dulu di Danau Matano. Danau Matano itu adalah sebuah lubang besar dan dia terbetuk dari sesar atau patahan yang disebut Matano. Sehingga Lubang Matano itu disebut oleh masyarakat sebagai Danau Matano,” kata Adi Maulana kepada wartawan, Jumat (5/11/2021).

Adi Maulana mengungkapkan, jika telah diberitahukan tentang adanya lubang di Danau Matano.

“Jadi dia bergeser sambil bergeser dia bergerak, bagian tengah nanti membentuk lubang besar. Kemarin saya juga diberitahu bahwa ditemukan lubang besar, mungkin baru saja diketahui. Bahwa Danau Matano dari dulu memang ada lubang besar. Baru mungkin dideteksi, bahwa di sana ada celah-celah lubang besar. Padahal dari dulu memang lubang besar dan sampai sekarang terus bertambah,” terangnya.

# Baca Juga :CINTA Sehidup Semati, Vanessa Angel dan Febri Andriansyah Dikubur Satu Liang Lahat, Nasib Sang Sopir?

# Baca Juga :Lapor Jadi Korban Pelecehan Seksual, Mahasiswi Universitas Riau Malah Diejek dan Diancam Pihak Jurusan

# Baca Juga :Calon Tunggal Panglima TNI, Kekayaan Andika Perkasa 19 Tanah & Bangunan Senilai Rp179 M Tersebar di RI, AS & Australia

Karena Matano adalah sesar aktif, kata Adi Maulana, sampai sekarang masih bergerak dan akan terus membesar.

Terkait kedalaman sesar matano adalah hampir mencapai 300 meter. Mengenai luasnya seperti apa, dia mengaku belum melakukan pengukuran.

“Karena harus pake metode batimetri, metode geofisika. Klo dari peta bisa diukur,” tandasnya.

Adi Maulana menegaskan, tidak ada dampak signifikan yang ditimbulkan oleh lubang di Danau Matano. Sebab, lubang tersebut terbentuk secara natural.

Namun, yang dapat menjadi petunjuk Danau Matano terbentuk dari patahan aktif sampai sekarang.

“Patahan itu bertanggung jawab soal gempa di Kabupaten Luwu Timur dan sekitarnya. Pergerakan membutuhkan banyak waktu lama. Kalau memengaruhi, ya akan memengaruhi karena kita hitung rata-rata pergerakan Matano 1 tahun berapa milimeter,” jelasnya.

Saat ditanya tentang Sesar Matano, Adi Maulana menjelaskan perpanjangan dari Sesar Palu Koro.

Dia berarah timur laut ke tenggara melewati pertama sebagian Sulawesi Tengah.