JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Akhirnya menjadi polemik nasional, terkait kabar perusahaan penyedia tes PCR yang sebagian sahamnya dimiliki perusahaan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.
Kasus ini pun bak bola salju yang terus menggelinding liar, di mana perusahaan yang dimaksud yakni PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).
Korporasi yang berkantor di Cilandak ini merupakan salah satu pemain besar dalam penyedia layanan tes PCR dan antigen untuk mendeteksi Covid-19 di Indonesia.
Sebagai perusahaan bermodal besar, PT GSI memiliki laboratorium modern dan berkapasitas besar dan mampu melakukan tes PCR sebanyak 5.000 tes per hari.
# Baca Juga :PT GSI Milik Luhut Punya Lab Modern Kapasitas Besar untuk Tes PCR, Lakukan 5.000 Tes Per Hari
# Baca Juga :Dituding Ambil Keuntungan Pribadi dari Tes PCR PT GSI, Luhut: Kewirausahaan Sosial Tidak Gratis
# Baca Juga :PPKM DIPERPANJANG LAGI, 5-18 Oktober 2021 di Seluruh Wilayah, Luhut: ‘Warung’ dan Bioskop Boleh Buka
Luhut diketahui memiliki saham di PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) secara tak langsung melalui dua perusahaan tambang yang terafiliasi dengannya, yakni PT Toba Sejahtera dan PT Toba Bumi Energi.
PT GSI merupakan perusahaan baru yang didirikan tak lama setelah pandemi Covid-19 merebak di tahun 2020. Bisnis utama dari PT GSI yakni menyediakan tes PCR dan swab antigen. Perusahaan ini juga memiliki beberapa cabang di Jabodetabek.
Pejelasan pendiri PT GSI
Bos Indika yang juga salah satu pemegang saham PT GSI, Arsjad Rasjid, mengungkapkan ide mendirikan GSI memang bermula dari dirinya. Ia mengklaim, sebagai pengusaha, ia terdorong untuk membantu pemerintah.
Ide mendirikan PT GSI bermula saat dirinya mengetahui kalau Indonesia saat itu masih terbatas dalam pendeteksian Covid-19 melalui tes swab PCR. Kondisi ini membuat pemerintah kewalahan.
“Waktu itu saya diskusi sama Pak Doni (Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo). Salah satu yang jadi masalah di Indonesia saat itu adalah testing PCR. Kita dulu masih sedikit sekali. Pada saat itu hanya 10.000 untuk seluruh Indonesia,” ungkap Arsjad dalam wawancara secara virtual bersama KG Media dikutip dari Kompas TV, Senin (8/11/2021).
Ia lalu menghubungi beberapa rekan sesama pengusaha untuk ikut patungan. Sebagai pemilik perusahaan tambang terkemuka, ia cukup akrab dengan banyak pengusaha papan atas.
Rekan pengusaha yang dihubunginya adalah bos perusahaan tambang batubara Adaro, Garibaldi Thohir, yang tak lain merupakan kakak dari Menteri BUMN 2019-2024 Erick Thohir.









