VIRAL Video Buruh Kokain di Kolombia yang Miskin Dibalik Gembong yang Kaya, Ditonton Jutaan Kali

BOGOTA, KALIMANTANLIVE.COM – Akhir-akhir ini, para buruh dari produsen kokain di wilayah Catatumbo Kolombia telah mengunggah video kehidupan sehari-hari mereka di Tik Tok.

Video dengan tagar #Catatumbo telah menjadi viral karena dilihat lebih dari 3 juta kali, menurut media Kolombia.

Viralnya video Tik Tok para buruh kokain di Kolombia itu menunjukkan pekerjaan sehari-hari mereka yang kasar dan kumuh di balik cerita para gembong yang kaya raya.

Melansir BBC pada Senin (8/10/2021), beberapa video menunjukkan para buruh memanen tanaman kokain dan merawat petakan lahan.

# Baca Juga :VIRAL Video Anggota DPRD Sleman Terpelanting saat Sapi Ditungganginya Ngamuk, hingga Jalani CT Scan

# Baca Juga :VIRAL Video Hujan Turun Hanya Guyur Satu Mobil, BMKG Sebut Hal Mengejutkan Ini

# Baca Juga :VIRAL Video Polisi Menukar Tilang dengan Bawang Satu Karung, Sopir: Dikasih Rp100 Ribu Tak Mau

Ada lainnya, menunjukkan sedang berada di laboratorium mengolah kokain dan ada juga yang sedang menghibur dengan memperagakan diri sebagai kelompok musik.

“Ada video sebelumnya yang menunjukkan kisah para pekerja kokain dan laboratorium,” kata Ana Leon dari La Silla Vacia.

“Tapi, yang tidak biasa di sini adalah mereka menceritakan kisah itu sendiri dan menunjukkan karya mereka,” lanjutnya.

Sebagian besar produksi kokain Kolombia berada di hutan terpencil seperti yang ditunjukkan dalam video Tik Tok yang tengah viral.

Sehingga, di situ sering tejadi penggerebekan dalam upaya pemerintah menghentikan industri kokain yang ilegal.

Masalah perdagangan narkoba Kolombia adalah hal serius, bukanlah bahan tertawaan. Ribuan orang tewas berturut-turut, pemerintah Kolombia berusaha memerangi kartel narkoba yang kuat di sana.

Pada 24 Oktober 2021, Presiden Kolombia Ivan Duque mengumumkan pencapaian dengan Dairo Antonio Usuga, yang dikenal sebagai Otoniel, pemimpin tertinggi gembong narkoba klan Teluk telah ditangkap.

Rafael Abuchaibe dari BBC Monitoring mengungkapkan bahwa pihak berwenang telah lama menggambarkan upaya anti-narkoba mereka sebagai perang heroik melawan apa yang mereka sebut “organisasi teroris haus darah”.