Sementara itu Sekda Banjar H. M Hilman menjelaskan, latar belakang dibuatnya inovasi Gebraks yaitu keberadaan jamban apung di sekitaran bantaran sungai membuat air sungai tercemar.
“Kebiasaan buang air besar di sungai membuat masyarakat semakin sulit mendapatkan air bersih,” katanya.
Menurut Hilman faktor itulah yang melatarbelakangi dibuatnya inovasi Penghapusan Jamban Apung.
BACA JUGA:
NIK KTP Bakal Difungsikan Jadi NPWP, Semangat Single Identity Number, Ini Penjelasan Dirjen Dukcapil
BACA JUGA :
Bantu Korban Banjir Katingan Kalteng, Tim Pemkab Banjar Bawa Sembako, Obat-obatan dan Uang
Hilman menambahkan, angka stunting yang cukup tinggi di Kabupaten Banjar juga berkaitan erat dengan tingkat pencemaran sungai.
“Oleh karena itu inovasi ini digulirkan dengan menggagas pembuatan kakus sehat sekaligus membongkar jamban- jamban Apung di sekitaran bantaran sungai,” katanya.
KIPP tahun 2021 merupakan KIPP yang ke 8. Seluruh tahapan penilaian dilaksanakan secara virtual tanpa ada tatap muka antara peserta dan tim penilai.
Ada tiga kelompok inovasi yang dikompetisikan yaitu Kelompok Umum, Kelompok Replikasi dan Kelompok Khusus. (MC Kominfo Banjar)
Editor : Elpian Achmad







