KALIMANTANLIVE.COM – Banjir selama dua pekan melanda Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) ternyata berdampak besar terhadap fasilitas umum.
Seperti suplai listrik, PT PLN (Persero) sengaja memadamkan listrik di beberapa wilayah di Kabupaten Sintang.
Tidak hanya PLN, pihak Telkomsel juga mematikan internetnya saat banjir merendam Kabupaten Sintang.
Pihak PLN mengatakan sengaja memadamkan listrik di beberapa wilayah di Kabupaten Sintang demi keamanan masyarakat.
“Terkait banjir di Sintang, bahwa PLN memadamkan instalasi listrik dalam rangka pengamanan, baik masyarakat maupun instalasi,” ungkap General Manager PLN Kalbar Ari Dartomo, Rabu (10/11/2021).
Ia mengatakan beberapa gardu listrik terendam banjir. Dengan demikian, PLN harus memadamkan listrik untuk keamanan bersama.
# Baca Juga :2 Orang Tewas dan 24 Ribu KK Terdampak saat Banjir Merendam Kabupaten Sintang
# Baca Juga :12 Kecamatan di Sintang Kalbar Belasan Hari Terendam Banjir, Ini Daftar Daerah yang Terdampak
# Baca Juga :Hujan Lebat dan Sungai Meluap Kabupaten Tapin Terendam Banjir & Longsor, Pondasi Rumah Amblas
“Karena terendam, maka harus diamankan. Orang bisa kena sengat listrik jika dinyalakan,” tutur Ari.
Ia memastikan belum ada laporan instalasi tumbang di Sintang. Nantinya, PLN akan menyalakan kembali aliran listrik jika situasi banjir sudah mulai kondusif.
“Bisa diatur nyala satu-satu. Mana jurusan yang sudah aman 100 persen kami nyalakan. Yang airnya tidak turun-turun maka belum bisa kami nyalakan,” jelas Ari.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan masih ada wilayah di Kabupaten Sintang yang belum mendapatkan aliran listrik imbas banjir.
Kepala BNPB Ganip Warsito menjelaskan gardu PLN Sintang terendam banjir akibat masih tingginya muka air.
“Beberapa gardu PLN juga masih terendam sehingga ada wilayah yang masih tidak dapat dialiri listrik,” kata Ganip dalam keterangan tertulis.
BNPB mencatat sebanyak 140.468 jiwa terdampak akibat banjir tersebut dan 2 warga dilaporkan meninggal dunia.
Kemudian, banjir itu juga menyebabkan sekitar 35.117 unit rumah yang terendam hingga 300 sentimeter dan 5 unit jembatan rusak berat.







