MARABAHAN, KALIMANTANLIVE.COM – Temuan mengejutkan terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Marabahan, Rabu (1/11/2021).
Kalah itu petugas gabungan UPT Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) serta Rutan di wilayah Kanwil Kemenkumham Kalsel merazia Rutan Marabahan.
Hasil mengobok-obok seluruh blok ruang hunian pada Rutan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, tersebut ditemukan sejumlah benda terlarang dan membahayakan.
Barang-barang terlarang itu, pisau modifikasi, korek gas, gelas kaca, charger, kawat, peralatan listrik, palu, hingga kartu remi dan domino yang terbuat dari kardus bekas.
Disampaikan Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Kalsel, Sri Yuwono, Satops Patnal ini secara terjadwal dan terus-menerus digelar di semua Lapas dan Rutan.
# Baca Juga :Marc Marquez Didiagnosis Mengalami Kelumpuhan Saraf, Dokter: Dia Mungkin Tidak Sembuh
# Baca Juga :Ini Alasan Mengapa Anjing Melolong, ternyata Bukan karena Melihat Hantu atau Iblis, Tapi…
# Baca Juga :FILM Penyalin Cahaya Borong 12 Piala Citra di FFI 2021 Juga Raih Pemeran Pria Terbaik
# Baca Juga :Sopir Vanessa Angel Tubagus Joddy Ditetapkan Jadi Tersangka, Diancam Penjara 6 Tahun
“Kami akan terus melakukan razia serupa, di samping giat internal Lapas atau Rutan masing-masing,” ucap Kadivpas Kemenkumham Kalsel ini.
Kegiatan ini merupakan upaya dalam mewujudkan pemasyarakatan yang maju. yakni dengan deteksi dini untuk menjaga Lapas/Rutan bersih dari barang terlarang, handphone, narkoba dan barang terlarang lainnya.
Sedangkan razia gabungan tersebut merupakan wujud sinergitas kita antar UPT Pemasyarakatan.
Masih kata Sri Yuwono, dirinya juga mengingatkan kepada petugas agar tidak menganggap sepele dengan barang-barang yang disimpan Warga Binaan Permasyarakatan (WBP).
“Karena sekecil apapun keberadaannya, bisa berpotensi mengganggu ketertiban,” pesannya.
Selain pemeriksaan ke seluruh blok hunian, dalam razia gabungan ini juga dilakukan pemeriksaan urine kepada WBP dan petugas secara acak.
“Dari puluhan sampel yang kami diperiksa, tidak satupun ditemukan adanya yang positif” pungkas KadivPas.
editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com







