KALIMANTANLIVE.COM – Kiamat internet besar-besaran bakal terjadi di Bumi. Hal itu dampak badai Matahari Super.
Seorang peneliti Sangeetha Abdu Jyothi dari University of California, Irvine, and VMware Research memaparkan hasil penelitian terbarunya terkait Kiamat Internet tersebut.
Abdu Jyothi menyebut ketika terjadi badai matahari atau CME (coronal mass ejection), partikel Matahari yang termagnetisasi dan bermuatan ini akan mengganggu medan magnet Bumi, sehingga menciptakan badai geomagnetik di atmosfer
Efeknya, badai magnetik ini dapat mengganggu infrastruktur penting di bumi seperti jaringan listrik, satelit navigasi, hingga komunikasi radio pesawat.
Badai ini bahkan bisa merusak kabel bawah laut yang membentang sangat jauh dan menjadi tulang punggung (backbone) koneksi internet dunia.
# Baca Juga :KEREN! Pakai Motor Costum Presiden Jokowi Bakal Jajal Sirkuit Mandalika Usai Diresmikan Hari Ini
# Baca Juga :Nonton TV Tanpa Internet di HP Android, Cek Cara dan Aplikasi yang Digunakan
# Baca Juga :PERJUANGAN 45 Murid SMP di Kalbar, Demi Sinyal Internet untuk ANBK Terpaksa Nginap di Bukit
# Baca Juga :Ini Ciri-ciri Password yang Mudah Ditebak, Google: Nama Pacar, TTL, Nama Piaraan Mudah Dibobol
Bagaimana kiamat internet terjadi?
Menurut para peneliti, meski saat ini internet telah menggunakan kabel serat optik yang lebih kebal terhadap lontaran CME ketimbang kabel tembaga.
Namun, kabel serat optik yang terbentang di laut lebih rentan badai Matahari ketimbang kabel serat optik di darat. Pasalnya, kabel serat optik yang membentang dengan jarak sangat jauh hingga ratusan bahkan ribuan kilometer ini memiliki konduktor pendamping.
Konduktor ini berfungsi menghubungkan repeater yang terpasang secara seri di sepanjang kabel yang disebut power feeding line. Nah, badai Matahari Super bisa mempengaruhi konduktor ini.
Peneliti mengatakan bahwa sebagian besar repeater sangat rentan terhadap kerusakan. Dan jika sebagian besar repeater menjadi offline, hal ini bisa memicu pemadaman internet di berbagai negara yang hanya mengandalkan kabel bawah laut untuk ketersediaan internet mereka.
Peneliti juga mengatakan dampak badai Matahari pada infrastruktur internet juga didasarkan pada topologi. Misalnya, AS sangat rentan terhadap pemutusan hubungan dari Eropa. Sebab, Eropa berada di lokasi yang rentan. Sedangkan Asia memiliki ketahanan yang relatif tinggi dengan Singapura sebagai hub yang menghubungkan koneksi ke beberapa negara.







