Menurut Yani Helmi, bagi penduduk di Kelumpang Selatan, keberadaan mangrove untuk menjaga kelestarian biota laut seperti kepiting rajungan.
Hutan mangrove, lanjut dia, merupakan hibatat atau tempat berkembang biaknya biota laut seperti kepiting, udang dan ikan kecil.
“Kini hutan mangrove yang sebelumnya luas terbentang, dibabat dan disulap menjadi kolam budidaya ikan,” katanya.
BACA JUGA:
Legislator Yani Helmi Tagih Janji Bakeuda Kalsel agar Pengurusan BBN-KB Dikembalikan ke Kabupaten
Paman Yani menyebtkan, dirinya tak mau kawasan pesisir Kalsel tenggelam seperti kawasan ibukota yang kerap dilanda banjir rob.
“Kalau terus dibiarkan, garis pantai akan semakin menjorok ke daratan. Ini bahaya,” tambahnya.
Wakil rakyat dari Partai Golkar menegaska untuk mengatasi kerusakan hutan mangrove tidak bisa kita lakukan sendiri.
“Harus ada kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten sehingga bisa terlaksana dengan baik,” lanjut dia.
Kalau kerusakan hutan mangrove dibiarkan, lanjut dia, akan terjadi dampak banjir rob seperti di Kalimantan Barat.
“Sudah dua minggu air tetap bertahan seperti di Kabupaten Ketapang, dan seperti di pesisir Pulau Jawa, Semarang, Demak, Cirebon sudah jadi laut. Akankah kita seperti itu,” ujarnya.







