KALIMANTANLIVE.COM – Istana Kepresidenan Prancis digoyang kasus dugaan pemerkosaan yang terjadi di awal tahun ini.
Kantor Kejaksaan Prancis pun saat ini sedang melakukan investigasi kasus tersebut.
Investigasi dilakukan setelah seorang tentara wanita mengaku diperkosa koleganya.
Berdasarkan kantor Presiden Prancis Emmanuel Macron, keduanya awalnya sama-sama ditempatkan di Elysse.
Namun, prajurit yang dituduh melakukan pemerkosaan itu telah dipindahkan dari jabatannya.
Mengutip The Associated Press (AP), Jumat (12/11), kantor Kejaksaan Prancis telah memulai penyelidikan pada 12 Juli dan menginterogasi prajurit yang dituduh dalam kapasitasnya sebagai saksi.
Namun, Kantor Kejaksaan tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai hal itu.
# Baca Juga :Digigit Ular Kobra Saat Kencing, Pria Ini Merasa Panas pada Alat Kelaminnya, Lalu Dokter Lakukan Ini
# Baca Juga :Diperkosa di Jalan Sepi, Relawan PON Papua Melawan dan Pukul Bagian Vital Pelaku dengan Batu
Serupa, Istana Kepresidenan Prancis juga mengatakan tidak akan mengomentari penyelidikan yang sedang berlangsung. Namun, mereka akan mendengar, mendukung, dan menemani korban ketika mengetahui hal itu.
Pihak Istana menuturkan para pejabat sedang menunggu temuan penyelidikan sebelum menentukan tindakan selanjutnya.
Sementara itu, seorang pejabat Prancis yang tidak disebutkan namanya mengatakan Menteri Pertahanan Florence Parly mengadakan penyelidikan administrasi internal merespons dugaan pemerkosaan yang melibatkan prajurit.
Surat kabar Liberation pada Jumat (12/11) memberitakan kejadian itu terjadi setelah pesta perpisahan untuk anggota staf Elysee 1 Juli. Macron disebut sempat menghadiri pesta itu tetapi kemudian pergi.
# Baca Juga :UPDATE Kasus Ayah Perkosa 3 Anaknya di Luwu Timur, Diabaikan Polisi hingga Presiden Jokowi Angkat Bicara
# Baca Juga :Foto Reynhard Sinaga Babak Belur Dirilis ke Publik, Pelaku Pemerkosaan Terbesar Inggris Warga Indonesia







