Jutaan Pekerja di Amerika Serikat Pilih Resign padahal Lowongan Kerja Berlimpah

KALIMANTANLIVE.COM – Sebanyak 4,4 juta orang berhenti dari pekerjaannya sepanjang September 2021. Ini menjadi rekor di Amerika Serikat.

Fenomena ini disebabkan melimpahnya ketersediaan lapangan pekerjaan di sana.

Pekerja disebut berhenti untuk mencari gaji atau pekerjaan lebih baik. Angka karyawan resign di AS capai lebih dari 4 juta dalam sebulan.

“Buruh sekarang memiliki inisiatif, dan era membayar individu kurang dari upah layak telah berakhir. Ini sangat menunjukkan kenaikan upah akan menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap ekonomi ke depan,” kata Joseph Brusuelas, kepala ekonom di RSM US, mengutip CNN, Sabtu (13/11).

# Baca Juga :Digigit Ular Kobra Saat Kencing, Pria Ini Merasa Panas pada Alat Kelaminnya, Lalu Dokter Lakukan Ini

# Baca Juga :Anak Usaha SCTV Borong Saham Rans Entertainment Milik Raffi Ahmad Senilai Rp 248 Miliar

# Baca Juga :JELANG Indonesia Masters 2021, Takut Kalah Populer dari Sang Anak, Begini Kelakar Viktor Axelsen

# Baca Juga :Anak Usaha SCTV Borong Saham Rans Entertainment Milik Raffi Ahmad Senilai Rp 248 Miliar

Negara tersebut memiliki 10,4 juta pekerjaan terbuka pada September 2021 karena krisis kekurangan pekerja terus berlanjut, menurut dari Biro Statistik Tenaga Kerja.

Jumlah tersebut turun dari 10,6 juta pekerjaan terbuka yang tersedia di bulan Agustus.

Lapangan pekerjaan yang meningkat lebih kepada sektor perawatan kesehatan dan pemerintah.

Lapangan pekerjaan pada industri rekreasi dan perhotelan adalah penyebab penurunan pembukaan lowongan antara Agustus ke September 2021.

“Langkah orang yang berhenti di pasar tenaga kerja luar biasa,” kata Bunker.

Pengunduran diri paling banyak terjadi pada di mana sebagian besar pekerjaan dilakukan secara langsung atau dengan upah relatif rendah.