KALIMANTANLIVE.COM – Sejumlah siswa ini nekat bergelantungan melewati jembatan rusak saat berangkat dan pulang sekolah.
Aksi nekat melewati jembatan maut ini dilakukan siswa Desa Aur Duri, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, Jambi.
Tindakan itu dilakukan anak-anak Desa Aur Duri sejak enam bulan terakhir. Mereka terpaksa melewati jembatan itu karena jarak yang ditempuh lebih dekat.
Jembatan gantung di Desa Aur Duri itu rusak sejak enam bulan lalu. Salah satu sling atau tali jembatan gantung itu putus pada Jumat (14/5/2021).
# Baca Juga :Beredar Video Diduga Kericuhan di Rudenim Jakarta, Satu WN Nigeria Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
# Baca Juga :Personel Polres Tabalong Pantau Debit Air Sungai Terkait Intensitas Hujan yang Semakin Tinggi
# Baca Juga :Ditarget Beroperasi April 2022, Pembangunan Puskesmas Sungai Andai Banjarmasin Sudah 85 Persen
# Baca Juga :LIVE SCTV & Mola TV, Berikut Jadwal Liga Inggris Liverpool vs Arsenal, Leicester vs Chelsea & Watford vs MU
Pemerintah desa telah melaporkan perihal kerusakan itu kepada Pemerintah Kabupaten Merangin untuk segera diperbaiki.
“Anggaran sudah tidak ada…”
Pemerintah Kabupaten Merangin belum bisa memperbaiki jembatan yang rusak itu tahun ini.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Merangin Yadi Novianto mengatakan, perbaikan tak bisa dilakukan tahun ini karena tidak ada anggaran.
“Tahun 2021 tidak bisa. Karena anggaran sudah tidak ada. Tapi perbaikan akan menjadi prioritas tahun 2022,” kata Kabid Bina Marga PUPR Merangin, Yadi Novianto kepada wartawan, Kamis (11/11/2021).
Menurut Yadi, Pemkab Merangin akan memprioritaskan perbaikan jembatan itu tahun depan. Apalagi, jembatan itu dilalui anak-anak desa menuju sekolah.
Pemkab Merangin pun akan membahas secara intensif perbaikan jembatan tahun depan, sehingga mendapat kejelasan diperbaiki dengan APBD atau APBN.







