PALANGKARAYA, kalimantanlive.com – Meningginya debit air Sungai Kahayan menyebabkan permukiman warga yang tinggal di bantaran terendam.
Banjir karena luapan air Sungai Kahayan ini diperkirakan terus meluas.
Permukiman warga yang terendam bukan hanya di kawasan Jalan Mendawai, jalan Anoi, Rindang Banua, Flamboyan bawah tetapi juga permukiman warga di Tumbang Rungan.
Informasi tribunkalteng.com, Senin (15/11/2021) menyebutkan, Sebanyak 2 RT (rukun tetangga) di Kelurahan Tumbang Rungan terdampak banjir yang cukup tinggi hingga masuk ke permukiman masyarakat.
Ini diantaranya melanda warga di RT 01 sebanyak 110 rumah dengan ketinggian 45 centimeter sampai dengan50 centimeter.
Sedangkan di RT 02 sebanyak 94 rumah warga terendam dengan ketinggian 45 centimeter sampai dengan 55 centimeter dengan jumlah KK sebanyak 205 atau 664 Jiwa.
BACA JUGA: Mesir Diserbu Kalajengking, 3 Tewas, 450 Orang Luka-luka, Diawali Badai Disertai Hujan dan Petir
Bhabinkamtibmas Kelurahan Tumbang Rungan sudah melakukan pengecekan ketinggian debit Air dan monitoring data warga setempat yang terdampak banjir.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Tumbang Rungan Aipda Agus Santoso, mengungkapkan, dia sudah memonitor TKP dengan hasil pengecekan debit air di wilayah pemukiman warga setempat air meninggi.
Dia melakukan pemantauan bersama Lurah Tumbang Rungan, Kasi Sos dan Kasi Ekonomi pembangunan dan pemberdayaan Masyarakat Kel Tumbang Rungan, serta Babinsa Tumbang Rungan dan Ketua RT setempoat.
“Saat ini sebagian besar atau sekitar 98 persen rumah warga Kelurahan Tumbang Rungan Palangkaraya terendam air dan masuk kedalam rumah,” ucapnya.










