Adi mengatakan, kendala paling susah ada di tromol belakang. Sebab, harus mengikuti dinamo depan agar benar-benar sejajar. Jadi, tromolnya dibikin sendiri, karena tidak ada produk aftermarket yang cocok.
“Lalu, kendala utama lainnya adalah baterai. Baterai yang kita gunakan masih standar, seharusnya pakai baterai khusus untuk balap. Baterainya khusus, bobotnya lebih ringan dan kapasitasnya lebih besar,” ujar Adi.
Untuk rekornya, pada jarak 201 meter catatan waktunya tembus 7,5 detik. Sedangkan top speed, dapat mencapai 175 km/jam.
Tapi, hasil itu baru dari dyno test, karena tidak ada speedometer sehingga tidak bisa diketahui kecepatannya di jalan raya.
editor : NMD
sumber : kompas.com







