Ombak di Tanahlaut Makin Ganas, Hantam Jalan yang Pernah Putus di Pagatanbesar, Warga Gelisah

PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Di Desa Kurau, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanahlaut (Tala), sejumlah rumah warga yang ada di bantaran sungai dihantam meluapnya air pasang laut atau banjir rob.

Kondisi itu karena belakangan ini cuaca mulai kerap memburuk, kadang secara mendadak terjadi hujan deras berintensitas cukup tinggi hingga menyebabkan sejumlah tempat di Kalimantan Selatan (Kalsel), kebanjiran.

Meski hal itu telah biasa dihadapi, namun tetap merisaukan warga.

Begitu pula dengan warga di Desa Pagatanbesar, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut.

# Baca Juga :Banjir Rendam Rumah Warga di Dua RT di Bantaran Sungai Kahayan Kalteng

# Baca Juga :GIIAS 2021, Mazda Bakal Banjiri Indonesia dengan Line Up SUV Terbaru Mulai 2022

# Baca Juga :Banjir Rob di Kurau Kabupaten Tanahlaut Semakin Meninggi, Puluhan Rumah & Masjid Tergenang

# Baca Juga :PLN Padamkan Listrik Lalu Terkomsel Matikan Internet saat Banjir 2 Pekan di Sintang

Beberapa hari lalu ruas jalan poros setempat juga terpapar gelombang hingga hampir meluapi permukaan jalan.

“Waswas juga kemarin itu melihat gelombang yang membesar. Mudah-mudahan cuaca membaik hingga tahun baru nanti. Tapi biasanya bulan Desember gelombang besar,” ucap Ahmad, warga setempat, Senin (15/11/2021).

Ruas jalan poros tersebut merupakan area yang terputus akibat gerusan gelombang besar saat terjadi banjir besar di Tala pada pertengahan Januari 2021 lalu.

Beruntung jalan tersebut telah ditangani oleh Dinas PUPRP Tala dan ditinggikan.

“Kemarin itu saat malam saya terus memantau kondisi jalan di lokasi yang dulu putus. Ombak air laut hampir mencapai permukaan jalan,” sebut Kepala Desa Pagatanbesar, Hamberani.

Ia mengatakan setidaknya selama tiga malam air pasang laut meninggi dibanding biasanya, pukul 00.00 Wita air laut naik.

“Untungnya angin tidak kencang dan gelombang tidak besar,” tandasnya.

Namun yang perlu diwaspadai, lanjutnya, yakni pada bulan Desember hingga Maret 2021 mendatang.

“Karena pada bulan tersebut angin kencang datang dari arah barat atau laut sebelah barat. Ombak membesar berpotensi bakal menghantam siring jalan raya yang sudah selesai,” sebutnya.

Dikatakannya saat ini siring di area badan jalan setempat yang dulu terputus sedang dilakukan penyiringan agar tak mudah tergerus terjangan gelombang.

Badan jalan tersebut juga dicor semen sepanjang 65 meter.

Dua jenis pekerjaan tersebut saat ini masih berlangsung dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Tala.

editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com