KALIMANTANLIVE.COM – Harga tes usap polymerase chain reaction atau PCR di Indonesia selalu jadi polemik.
Harga tes PCR yang dulunya hampir tak tersentuh masyarakat bawah sekarang sudah turun jauh dibandingkan di awal pandemi Covid-19 merebak.
Sebagai catatan, saat awal merebaknya kasus Covid di Indonesia pada permulaan tahun 2020, harga tes PCR sempat dipatok di atas Rp 2 juta untuk sekali tes.
Bahkan ada beberapa rumah sakit dan lab kesehatan yang mematok biaya tes PCR sebesar Rp 2,5 juta.
“Ada RS yang mematok harga tes PCR swab sampai di atas Rp 2,5 juta, padahal harga rutin atau harga yang bisa kita lihat sebenarnya tidak akan lebih dari Rp 500.000 per pemeriksaan spesimen,” kata Doni Monardo dikutip dari pemberitaan Kompas.com pada 3 September 2020.
# Baca Juga :Akhirnya Pendiri PT GSI Blak-blakan Soal PT GSI yang Berbisnis Tes PCR Juga Keterlibatan Luhut
# Baca Juga :PT GSI Milik Luhut Punya Lab Modern Kapasitas Besar untuk Tes PCR, Lakukan 5.000 Tes Per Hari
# Baca Juga :UPDATE Aturan Naik Pesawat, Tak Wajib PCR Lagi dan Anak Sudah Bisa Terbang
# Baca Juga :Dituding Ambil Keuntungan Pribadi dari Tes PCR PT GSI, Luhut: Kewirausahaan Sosial Tidak Gratis
Doni Modardo saat itu menjabat sebagai Kepala BNPB sekaligus sebagai Ketua Sagas Penanganan Covid-19. Posisi Doni Modardo saat ini sudah digantikan oleh Ganip Warsito, yang juga berasal dari pati TNI.
Harga tes PCR sempat Rp 3,5 juta
Bahkan menurut Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Honesti Basir, pada awal masa pandemi Covid-19, sempat ada sejumlah pihak yang membanderol harga tes PCR sebesar Rp 3,5 juta.
“Kita ingat di awal-awal pandemi harga sangat bervariasi, karena memang tidak di tetapkan oleh pemerintah. Ada yang Rp 3,5 juta atau Rp 2,5 juta,” ucap Honesti Basyir dikutip dari Tribunnews pada 9 September 2021.
“Karena kebanyakan dari lab membundling bisnis ini. Contohnya, tidak hanya murni test PCR, tapi juga ada foto thorax. Tapi kemudian pemerintah mengambil alih ini dan menetapkan harganya,” sambungnya.
Selain dua alasan yang disebutkan di atas, lanjut Honesti, yang memengaruhi harga tinggi adalah komponen pemeriksaan yang masih impor.







