“Warung, kamar mandi nenek saya juga ambruk atapnya, yang besi-besi papan nama toko bengkok, itu punya nenek. Kalau warung nenek emang udah rusak dari kemarin pas latihan, tapi belum parah, malah pas hari H tambah-tambah banget,” terangnya.
Saat tertimpa batang pohon, Adelia bercerita yang menolongnya pertama kali seorang kakek.
Sementara, tak ada tindakan apa pun dari petugas keamanan yang berjaga dan tim medis.
Setelah keponakannya yang berusia 3 tahun menangis kencang dan berteriak, baru ada tindakan dari personel yang berjaga di Stadion Ona, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.
“Yang nolongin itu kakek, langsung ngebuka, ngangkat, yang deket situ, TNI, aparat, sama tim medis juga masih diem aja. Pas sodara saya yang 3 tahun itu ngejerit, baru ada tindakan, tim medis nya juga kurang sigap,” ujarnya.
Meski warung dan toilet rusak parah, belum ada pihak yang datang dan menanyakan kondisi para korban. Bahkan, kerusakan yang diderita pun belum didata.
Adelia memastikan lokasi yang dia datangi untuk melihat kedatangan helikopter Jokowi bukan area steril, atau yang dilarang oleh petugas keamanan.
“[Rumah saya] di BTN Ona 1. Asbes itu rusak, atasnya juga rusak banget, rusak parah. Setelah itu belum ada yang dateng. Ya boleh, enggak ada larangan warga disitu,” jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen Tri Budi Utomo mengaku belum mendapat laporan soal insiden itu.
Sementara, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyebut kejadian itu akibat angin yang dipicu oleh baling-baling helikopter, bukan tersambar. Para korban pun sudah diberi santunan.
“Bukan menyambar, tapi akibat angin dari baling-baling heli,” ungkapnya, saat ditanya soal kabar helikopter rombongan Jokowi menyambar pohon dan menimpa rumah warga.
“Yang tiga korban lecet-lecet sudah kami berikan santunan biaya pengobatan,” tandas Heru.
editor : NMD
sumber : CNNIndonesia.com







