Pertahankan Lumbung Pangan, Banjar Lakukan Opla pada 700 Hektrare Lahan Padi di Sembilan Desa

MARTAPURA, Kalimantanlive.com – Kegiatan tanam bibit unggul lewat Optimalisasi Lahan (Opla) sudah sangat tepat mempertahankan Kabupaten Banjar sebagai lumbung pangan di Kalsel.

Pemkab Banjar secara khusus juga terpilih sebagai salah satu yang melaksanakan kegiatan Opla di Indonesia untuk mempertahankan lumbung pangan.

Opla pada target sekitar 700 hektare lahan pada desa penerima yakni Desa Tambak Anyar Ulu, Tambak Anyar, Tambak Anyar Ilir, Antasan Senor, Pematang Baru, Dalampagar Ulu, Dalampagar, Akar Baru dan Desa Akar Begantung.

BACA JUGA:
Bupati Banjar Saidi Mansyur Ajak Masyarakat Hidupkan Burdah untuk Atasi Pandemi Covid-19

BACA JUGA:
Terpilih Jadi Sekolah Penggerak, Bupati Banjar Saidi Mansyur Berharap Kualitas Pendidikan Meningkat

Demikian disampaikan Bupati Banjar yang diwakili Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Banjar Riza Dauly, saat membuka kegiatan Tanam Perdana Bibit Unggul Padi Sistem Jajar Legowo 2:1, sekaligus Penyerahan Simbolis Bantuan Pompa Air Kegiatan Optimalisasi Lahan Rawa, di Desa Tambak Anyar Kecamatan Martapura Timur, Selasa (16/11/2021) pagi.

Riza menambahkan, bahwa tanam perdana direncanakanan akan menjadikan hasil pertanian Kabupaten Banjar akan dua kali tanam, untuk itu digerakan masyarakat untuk menanam padi dua kali.

“Pada kesempatan ini ditanam bibit padi Mikongga yang nantinya sudah bisa dipanen diusia 3 bulan,” ujarnya.

Dengan Program Opla, indeks pertanaman di Kabupaten Banjar menjadi naik, sementara terkait petani milenial di Kabupaten Banjar telah dilakukan  berbagai pelatihan terhadap 2.600 petani muda.

“2.600 petani milineal yang kita latih dan kita sudah berdiskusi  hasilnya ada yang ingin menjadi pembudidaya jeruk, anggur,  pembudidaya jagung dan timun. Nantinya akan kita kolaborasikan dengan program BPR di mana Pemkab Banjar telah melaunching pinjaman tanpa bunga beberapa waktu lalu,” ungkap Riza.